Oleh: hanstt | Agustus 26, 2008

Memaknai HUT RI,,,,


Hampir setiap memasuki bulan Agustus sepanjang tahunnya, semua elemen masyarakat di Republik ini dengan meriah dan gegap gempita merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan negara tercinta. Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Bagi yang kreatif, para pemudanya berdiri saban hari dijalanan sekitar tempat tinggalnya meminta-minta (ngemis) kepada para pengguna jalan raya. Dan tidak jarang dengan setengah memaksa, agar para pengguna jalan memberikan sumbangan. Ini baru sekelumit kegiatan pra HUT kemerdekaan RI.

Yang membuat kita miris, mendengar keluhan dengan nada apatis, rakyat miskin membuat kita tersentak. Dengan bahasa yang sederhana ia berucap,,, “Apa ia kita rakyat miskin sudah menikmati kemerdekaan ?” Jika dengan mengatasnamakan menanamkan semangat Nasionalisme, saya dan kita sepakat, apa yang menjadi standar ukurannya. Apakah yang rajin mengikuti upacara hari-hari besar negara merupakan sosok yang nasionalis sejati,, Sosok rakyat miskin tadi kembali berucap:” sepertinya mereka-mereka yang paling rajin ikut upacara hari-hari besar di negeri ini yang telah menjual negeri ini, dan telah menjarah hak-hak rakyat, dengan menumbuhkan Praktek KORUPSI yang sudah menggurita di semua sisi kehidupan di Republik ini. Jika dulu orang hanya kucing-kucingan (seoalah-olah orang lain tidak tahu kalau ada praktek KORUPSI) ,,,, tetapi sekarang dengan kasat mata, dan tidak perlu sekolah tinggi untuk mengetahui para pejabat di negeri ini KORUPSI,,, rakyat kecil bisa melihat apa yang dilakukan oleh “wakilnya di DPR” mulai dari DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)  pusat sampai DPD  (Dewan Perwakilan Desa) di desanya masing-msaing melakukan praktek yang sama,,,,

Lalu kita yang rakyat miskin ini harus mengadu kemana,,,, ? Jika para pejuang kita dahulu mempertahankan negeri ini dari penjajah dengan tetes darah tarkhir, maka rakyat miskin di negeri ini mempertahankan tempat tinggalnya yang digusur oleh pemerintahnya sendiri dengan derai dan jerit tangis yang memilukan serta menyayat hati. Hanya demi sebuah “kemajuan ekonomi” kita telah menggadaikan hak-hak mereka kepada para cukong yang memiliki “Uang” kita mengusir mereka dari tempat kelahirannya, dan dilakukan dengan cara-cara yang lebih kejam dari para penjajah.

Jika ditanya,,, apakah ini yang harus dilakukan oleh pemimpin negeri ini, setelah 63 tahun “katanya” kita sudah merdeka,,, Mereka yang dulu adalah “penjahat” pada zaman pergolakan. sekarang menjadi pahlawan karena memiliki “Uang”. Dan mereka dapat melakukan apa saja,,,,

Dan berapa banyak para purnawirawan, yang sebentar lagi juga akan menjadi tuna wisma, karena mereka akan digusur dari rumah tempat tinggal mereka “rumah Dinas”. Lalu apa yang telah kita berikan kepada mereka yang dulu telah berjuang, telah kehilangan segala-galanya. Dan sekarang mereka telah kehilangan harga diri,, karena telah dipermalukan oleh mereka-mereka yang selalu mengatasnamakan demi kebaikan mereka dimasa mendatang..

Malang nian nasibmu para pejuang,, dari dulu sampai sekarang, engkau selalu menempuh liku hidup ini dengan kegetiran… Tidak ada gunanya bintang jasa, bintang maha putra, berapapun banyaknya bintang penghargaan yang kita peroleh dari negeri ini, jika harga diri dan harkat kemanusiaan kita diabaikan dan terhina….

Masih pantaskah kita,,,,,,, merayakan hari kemerdekaan ini dengan meninggalkan dan mengabaikan para pejuang terdahulu,,,,,, yang kin kembali terlunta-lunta karena kita,,,,,

Semoga moment ini menjadikan kita terbangun dari mimpi,,, bahwa kita belum melakukan apa-apa untuk mereka. Jangan membahagiakan mereka dengan kemewahan,,,, seperti yang kita miliki,,,, ikut merasakan keprihatinan merekapun kita belum sempat lakukan…..

Malang nian nasibmu pejuang…. Yang jelas dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin sampaikan penghargaan kepada mu, apa yang pernah engkau ajarkan melalui petuah-petuah mu dulu sampai kini selalu daku laksanakan,,, karena melalui kakek ku (yang juga rekan-rekan perjuangan mu dulu, yang kini telah tiada) selalu mengajarkan arti perjuangan mu…. Yakinlah Insya Allah, daku takkan pernah menggadaikan kehormatan yang dulu telah engkau raih, apapun yang nantinya akan terjadi daku akan selalu ingatkan pesan-pesan mu…. Semoga Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) akan memberikan kekuatan dan memberikan tempat yang layak disisi-Nya atas apa yang telah engkau persembahkan untuk negeri ini.  Karena engkau adalah orang yang layak disebut pejuang dan pahlawan sejati….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: