Oleh: hanstt | Mei 10, 2015

Kabar SNMPTN SMAN Titian Teras HAS 2015


Setelah menjalani masa penantian yang relatif singkat, tetapi sangat menegangkan dan menguras sangat banyak energi (bukan bermaksud melebih-lebihkan) tetapi itu yang dirasakan oleh siswa, apalagi orangtua siswa,. Namun apapun hasilnya, harapannya, semua anak-anak mampu melewati dan menjalaninya dengan baik. Buat yang lulus, jangan “Jumawa” merasa sudah hebat, karena ada tugas yang sesungguhnya lebih berat kedepannya. Buat anak-anak yang belum beruntung melalui jalur undangan, jangan berputus asa, karena masih ada banyak peluang yang masih bisa diraih,,, Tetap Semangat,,,, Berikut daftar siswa yang lulus SNMPTN 2015

Oleh: hanstt | April 13, 2015

OSN 2015 Yokyakarta


imagesCALL2640Tidak salah pepatah mengatakan: menunggu adalah pekerjaan yang paling mangasyikkan, ini terbukti dengan apa yang ditunggu oleh semua calon peserta OSN 2015. Setelah Test OSP dilaksanakan, hampir setiap hari siswa-siswa yang mengikuti kegiatan lomba tersebut menanyakan kapan pengumuman resmi dirilis oleh panitia.

Berbagai macam ekspresi anak-anak menggambarkan semangat mereka dan ketakutan yang amat sangat, jika mereka termasuk kedalam golongan yang “tidak lolos” ke nasional. Tidak mengapa memang, karena ini menunjukkan sikap yang baik bagi siswa, karena mereka adalah anak-anak yang peduli dengan masa depannya, karena melalui ajang ini lah paling tidak akan melapangkan jalan mereka meraih cita-citanya ke Perguruan Tinggi. Karena sertifikat nasional yang mereka raih, apalagi nantinya ditambah dengan sertifikat juara nasional, tentnya akan dengan lebih mudah mereka memilih perguruan tinggi tertentu, sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Dan sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai guru, sebagai pembina olimpiade di sekolah, untuk terus memberikan layanan terbaik kepada mereka, karena sukses anak-anak kita meraih “mimpinya” ada cerminan keberhasilan kita juga sebagai gurunya. Jangan pernah bersedih apalagi berputus asa, jika semua yang kita lakukan, tidak sepenuhnya mendapat perhatian dan apresiasi dari sekolah (walau tidak semuanya seperti itu). Namun itu sudah cukup kita lakukan, karena ada balasan yang jauh lebih berharga dan lebih baik dari sekedar mendapatkan apresiasi dalam bentuk “materi”. Jika kita tulus melakukannya, yakinlah, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, pasti menggantikannya dengan yang jauh lebih baik,

Buat semua rekan-rekan guru di negeri ini, teruslah berkarya, teruslah berjuang bersama siswa-siswa terbaik di sekolah masing-masing, karena sesungguhnya prestasi terbaik kita, bukan seberapa banyak penghargaan pribadi yang kita raih, tapi seberapa banyak siswa-siswa yang berprestasi yang telah kita lahirkan dari tangan-tangan “dingin” kita. Tetaplah berjuang, dimanapun kita berada,,, Jaya Selalu Pendidikan Indonesia.

Berikut lampiran Surat Undangan OSN 2015, silahkan ambil di sini:  Surat-Undangan-OSN_2015


imagesTerus berbuat seraya berbenah diri adalah keseharian yang mesti dilakukan. Sepertinya slogan itu harus diwujudkan oleh semuanya, baik rekan Pembina Olimpiade di sekolah, apalagi siswa yang terlibat langsung dalam percaturan “politik” Olimpiade, dengan segala harapan demi harapan yang dibebankan kepada siswa.

Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, tantangan nyata yang selalu menghadang adalah kesiapan anak-anak menghadapai setiap perubahan kebijakan tentang pelaksanaan Olimpiade. Apalagi tahun ini dirasa sangat berat oleh anak-anak, dikarenakan jadwal pelaksanaan Olimpiade yang dimajukan dari tahun-tahun sebelumnya (yang biasanya penyelenggaraan di tingkat Nasional sekitar September, dimajukan bulan Mei). Dan ini dirasa sangat berat, disamping juga waktu pembinaan yang sangat singkat, itu semua tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang telah dengan ketetapan hati untuk fokus pada bidang lomba “asah otak” ini.

Khusus untuk sistem pembinaan di sekolah ini, dirasa sangat cukup, tinggal bagaimana siswa mempersiapkan mentalnya menghadapi OSP, yang akan didapuk pada tanggal 19 Maret 2015. Satu hal yang harusnya tidak boleh hilang dari diri Tim Olimpiade adalah semangat dan daya juang, untuk tetap berada di jalur sang juara.

Dukungan dari orang tua (dalam hal ini dukungan finasial), benar-benar ditunggu oleh anak-anak, untuk menopang keberhasilan anak-anak kedepan, dan pendampingan dari Pembina agar semua keluh kesah anak-anak dengan segera dapat kita tangani, dengan demikian semangat “sang juara” terus tertanam dalam setiap diri anak-anak. Semoga,,,,,, Jaya Selalu Tim Olimpiade Titian Teras.

Oleh: hanstt | Oktober 9, 2014

Medali dari Mataram


imagesAwalnya, saat menyusun proposal pembinaan lanjutan untuk anak-anak yang lolos OSN 2014 di Kota Mataram, pihak sekolah meminta dalam proposal tersebut dimuat target yang dicapai dan diraih dari pelaksanaan pembinaan tersebut. Entah itu sebagai pertanda atau hanya sekedar menuliskan di dalam proposal, lalu saya menyanggupinya dengan menuliskan target capaian tim Pembina Olimpiade SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti pada tahun 2014 di Mataram adalah 1 perak dan 1 perunggu. Bukan tidak berani menulis emas, hanya saja nanti membuat siswa terbebani karenanya.

Namun benar, seperti yang ditulis dalam buku: Medali Untuk Bangsa, yang ditulis oleh pak Suharlan, Bahwa target tertinggiIMG_4809 yang kita buat menuntut pengorbanan yang tidak sedikit,,, walau awalnya hati ini sedikit gusar, karena kesiapan anak-anak, secara materi mungkin tidak kalah jauh dari teman-temannya di pulau Jawa, tetapi mental selalu menjadi kendala. Menanamkan mental juara hanya mudah diucapkan, tetapi susah diterapkan, karena anak-anak perlu pendamping yang spesial. Itupun sudah dicoba, walau itu belum maksimal.

IMG_5117Dan ini menjadi pelajaran berharga untuk pembinaan tim Olimpiade di sekolah ini kedepan. Penjaringan bibit baru yang potensial adalah suatu keharusan, jangan lagi mengatakan biarlah mereka terseleksi secara alami. Itu hal yang tidak mungkin, karena kita terus berpacu dengan waktu, lengah saja barang sedikit, maka kita akan tertinggal jauh. Itulah mungkin filosofi yang tepat dalam menyiapkan anak-anak dalam ajang Olimpiade. Apalagi kedepan persaingan semakin ketat. Dan setiap sekolah, pasti akan mempersiapkan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Namun mengambil hikmah dan pelajaran dari Tim OSN SMAN Titian Teras HAS di Mataram dengan mempersembahkan 1IMG_5130IMG_5563 medali perak (dari cabang Kebumian) dan 1 medali perunggu (dari cabang Astronomi) adalah sebuah keniscayaan. Buat semua rekan-rekan, mari kita bersama bahu membahu, bergerak bersama (sesuai motto sekolah kita: SERENTAK BAK REGAM) menjadi penyemangat dalam menunaikan tugas membina, mendampingi anak-anak ayang tahun depan akan berlaga menjadi yang terbaik mewakili Provinsi Jambi pada perhelatan OSN 2015 di Kota Yogyakarta. Semoga….

Oleh: hanstt | Agustus 19, 2014

Pembinaan Pra OSN 2014 Provinsi Jambi


IMG_4534imagesDalam rangka mempersiapkan siswa yang lolos OSN 2014 Mataram, seperti biasanya, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama dengan Tim Pembina Olimpiade Provinsi Jambi, melakukan pembinaan dan pembekalan kepada siswa tersebut. Sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan sebelumnya, Tim Pembina Olimpiade diberi amanah untuk mempersiapkan semua yang diperlukan oleh siswa dalam mengikuti OSN 2014 di Mataram.

Kegiatan Pembinaan ini dilaksanakan tanggal 18 – 27 Agustus di Grand Hotel, dan di SSC Jambi. Khusus Pembinaan Olimpian Astronomi, selain di Grand Hotel, juga di Komplek SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi, untuk melakukan kegiatan Pengamatan Bintang dengan menggunakan Teleskop William Optics, Peta Bintang dan pengamatan dengan mata telanjang. Lokasi ini dipilih, karena langit kota jambi pada malam hari tidak bisa bisa untuk kegiatan pengamatan, hal ini disebabkan oleh polusi cahaya.

Jika menilik persiapan demi persiapan yang dilakukan oleh Tim Pembina Olimpiade Provinsi Jambi, besar harapanya tahun ini kembali mampu memberikan prestasi terbaik untuk Provinsi Jambi…. Doa dari segenap warga Provinsi Jambi senantiasa diharapkan, agar anak-anak Jambi, tetap diperhitungkan di level Nasional dalam ajang bergengsi ini..

Oleh: hanstt | Juli 6, 2014

Peserta OSN 2014 Mataram


Setelah anak-anak kita lama dan lelah menunggu diumumkannya hasil OSP yang berlangsung pada 10-12 Juni yang lalu, akhirnya pengumuman yang ditunggu juga telah dirilis,, walau bukan resmi di portal http://www.siswapsma.org atau di http://www.kemdikbud.go.id Yang pasti setelah dikonfirmasi kepada Panitia (Dit. PSMA) bahwa pengumuman itu benar adanya.

Khusus Provinsi Jambi pada tahun ini mengirimkan 20 peserta nasional, dengan komposisi: Astronomi 2 orang, Biologi 1 orang, Ekonomi 3 orang, Fisika 1 orang, Geografi 1 orang, Geosains/Kebumian 5 orang, Kimia 3 orang, Komputer 2 orang dan Matematika 2 orang.

Pengumuman lengkapnya silahkan ambil disini….>>>

Oleh: hanstt | Juni 24, 2014

PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SIAPA?


Pada salah satu sarasehan nasional yang diselenggarakan Kemendiknas pada tanggal 14 Januari 2010 dideklarasikan tentang “Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa” sebagai gerakan nasional. Deklarasi nasional tersebut harus secara jujur diakui disebabkan oleh kondisi bangsa ini yang semakin menunjukkan perilaku tidak terpuji dan tidak menghargai budaya bangsa. Perilaku tidak terpuji tersebut antara lain memudarnya sikap kebhinnekaan dan kegotongroyongan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di samping itu perilaku anarkhisme dan ketidakjujuran marak di kalangan peserta didik, termasuk mahasiswa, misalnya tawuran, dan plagiarisme. Di sisi lain banyak terjadi penyalahgunaan wewenang oleh para pejabat Negara sehingga korupsi semakin merajalela di hampir semua instansi pemerintah. Perilaku-perilaku seperti itu menunjukkan bahwa bangsa ini telah terbelit oleh rendahnya moral, akhlak, atau karakter atau lebih tepatnya Moral Disaster.

Problem moral yang lain juga melanda sebagian pelajar dewasa ini. Hal itu antara lain ditandai oleh ketidakpedulian terhadap etika berpakaian dan etika pergaulan (rasa hormat kepada karyawan, guru, dan pimpinan sekolah). Problem moral tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan dan pembelajaran yang selama ini berlangsung, yaitu pendidikan dan pembelajaran yang cenderung formalistik dan hanya mementingkan capaian akademik, dan bentuk nyata dari begitu pentingnya capaian akademik dengan mengenyampingkan nilai-nilai kejujuran adalah berusaha mencapai nilai kelulusan Ujian Nasional (UN) yang Fantastik. Dan bias jadi kita termasuk salah satu bagian dari proses pembiaran itu.

Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Seiring dengan tujuan pendidikan ini pula, Kemendiknas mulai tahun 2010 ini mencanangkan pembangunan karakter bangsa dengan empat nilai inti, yaitu jujur, cerdas, tangguh, dan peduli. Secara akademis, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, atau pendidikan akhlak yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Karena itu, muatan pendidikan karakter secara psikologis mencakup dimensi moral reasoning, moral feeling, dan moral behavior (Lickona, 1991).

  Presentation1

 Secara praktis, pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai kebaikan kepada warga sekolah atau kampus yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa (YME), sesama manusia, lingkungan, maupun nusa dan bangsa sehingga menjadi manusia paripurna (insan kamil). Pendidikan karakter di lembaga pendidikan perlu melibatkan berbagai komponen terkait yang didukung oleh proses pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan warga sekolah, pengelolaan pendidikan, pengelolaan berbagai kegiatan siswa, pemberdayaan sarana dan prasarana, serta etos kerja seluruh warga sekolah.

Menurut Dr. Dr. Ratna Megawangi, Pendidikan karakter adalah untuk mengukur akhlak melalui proses mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan berprilaku baik. Yakni, suatu proses pendidikan yang melibatkan aspek kognitif, emosi, dan fisik, sehingga akhlak mulia bisa terukir menjadi kebiasaan fikiran, hati dan tangan (Semua Berakar Pada Karakter, Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI, 2007).

Di lembaga pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah, menjadi suatu keharusan untuk mencantumkan berbagai karakter yang diharapkan yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Maka pertanyaan besar yang tergambar dari semua dokumen pembelajaran adalah: Apakah mungkin nilai-nilai karakter tersebut bias ditanamkan kepada peserta didik, jika nilai-nilai tersebut hanya ada dan tertulis didalam dokumen belajar?

Dan lebih parah lagi adalah ketidaksukaan beberapa orang tua terhadap tindakan sekolah atas kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anaknya di sekolah. Sikap penerimaan yang salah dari orangtua juga ikut andil besar kegagalan sekolah membudayakan perilaku baik disekolah. Karena pada dasarnya keberhasilan sekolah juga ditopang oleh dukungan orangtua siswa.

Tanpa bermaksud mengecilkan semangat kita semua menanamkan nilai-nilai tersebut, perlu kita sadari bahwa “Keberhasilan” dalam menanamkan nilai karakter adalah apabila “Orang dewasa” mampu menempatkan dirinya sebagai “Model atau Contoh” dalam semua hal. Apakah mungkin kita sebagai orangtua mampu menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anak, jika ternyata kita orangtuanya sendiri bukan orang yang layak dicontoh. Ataukah mungkin kita sebagai guru bisa mendisiplinkan siswa dalam segala hal, misalnya tepat waktu dalam mengajar, kerapian dalam berpakaian, menjadi contoh mencintai lingkungan, menjadi contoh untuk tidak membuang sampah sembarangan; Karena tidak jarang banyak ditemukan, bahwa ternyata “Guru atau Pendidik” membuang sampah sembarangan, merokok dilingkungan sekolah, tidak disiplin, serta banyak lagi yang lainnya. Atau kita sebagai pemimpin publik, sudahkan kita menjadi contoh bagi rakyatnya? Karena ada banyak hal yang menjadi catatan buat kita semua, bahwa kepada khalayak ramai dipertontonkan kemewahan para “Pejabat” yang hidup diatas penderitaan rakyatnya. Atau seringkali kita memperlihatkan perilaku tidak terpuji, sementara kepada rakyat, kita selalu menyampaikan hal-hal yang baik, yang dalam keseharian itu semua tidak pernah kita lakukan.

Jika ternyata kita tidak bisa menjadi contoh dalam menanamkan “Nilai-nilai Karakter”, maka sebaiknya kita jangan pernah berharap terlalu banyak, bahwa “Pendidikan Karakter” akan berhasil dilembaga pendidikan, baik pendidikan formal di sekolah, lebih-lebih lagi pendidikan keluarga. Karena ujung tombak pendidikan karakter dimulai dari pendidikan dirumah. Dan keberhasilan “Pendidikan Karakter” adalah apabila pejabat publik, dan lain sebagainya, berlomba-lomba menjadi contoh terbaik bagi semuanya. Jika demikian, tidak perlu menunggu lama, kita akan melihat hasilnya. Jika tidak, maka semua akan terus menerus seperti apa yang kita lihat sekarang.

Tidak ada salahnya kita terus berharap, tetapi juga harus dibarengi dengan kesungguhan hati dari kita semua, untuk memulai segera dari sekarang, atau kita menunggu kehancuran demi kehancuran dari sikap dan perilaku kita. Semoga….!!!

Oleh: hanstt | Juni 18, 2014

Belajar dari “Kesalehan” ibu Risma


Tahun 2014 telah terlanjur mendapatkan label sebagai tahun politik. Sehingga jamak memberikan kesan bahwa segala daya dan upaya untuk memperolehnya (jabatan, karir politik, atau apapun namanya) menjadi hal yang lumrah, termasuk didalamnya “bisa jadi” dengan menghalalkan segala cara, yang penting tujuan tercapai.

Menjelang perhelatan Pemilu 9 April 2014, aroma “kandidat” meraih simpati dan dukungan masyarakat sudah kental terasa. Jika ini semata-mata karena ingin “mensejahterakan” masyarakat, maka sudah pasti akan dirasakan oleh rakyat, namun itu semua dikhawatirkan akan “setali dua uang” dengan Pemilu sebelumnya, mau pemilu apapun namanya, tetap saja masyarakat seperti “menggantang asap”, berharap banyak dari apa yang telah dijanjikan selama masa kampanye, tetapi setelah pesta itu usai, kembalilah masyarakat (rakyat) kedalam kehidupan nyata, bahwa mereka hanya sebagai alat untuk para kontestan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Tidak salah jika kita membuka mata kita, membuka mata hati kita, bahwa dari sekian banyak “pendusta” ternyata ada satu sosok “istimewa” yang amat bersahaja, yang awalnya mungkin tidak diperhitungkan baik oleh teman, apalagi lawan politiknya, namun sekarang bersinar terang mengalahkan terangnya mentari, karena terselimuti “kabut asap” politik.

Sosok tersebut adalah Walikota Surabaya, “Tri Rismaharini”. Beliau sekarang menjadi trend topik yang dibahas oleh semua pencari berita, baik elektronik maupun cetak, dalam maupun luar negeri. Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DKP hingga wali kota saat ini, Surabaya menjadi kota yang bersih dan asri. Bahkan kota yang mendapat sebutan Kota Pahlawan ini berhasil meraih kembali Piala Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan setelah lima tahun berturut-turut tak lagi memperolehnya.

Dalam wawancaranya dengan beberapa stasiun TV swasta nasional, beliau memperlihatkan ketegasannya atas sikap politik yang diambil, demi atas nama kemaslahatan rakyat Surabaya yang beliau pimpin. Banyak keputusan yang dianggap kontroversial yang beliau ambil, tetapi sekarang baru dirasa manfaatnya, misalnya menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya dan lebih memilih meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghubungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya, menaikkan pajak reklame yang menurut beliau membuat kota Surabaya tidak “cantik” karena papan reklame berukuran “raksasa” ada dimana-mana.

Sikap dan cara berbicara beliau yang jauh dari kesan dibuat-buat, sebagaimana sering kita lihat di layar televisi politikus negeri ini, berbicara sangat sering menyakiti hati rakyatnya, berpenampilan yang terlalu berlebihan, demi atas nama “jaga wibawa”. Padahal rakyat tidak memerlukan kewibawaan pemimpinnya yang dibuat-buat, karena rakyat memerlukan kerja nyata dari pemimpinnya, bukan sekedar janji atau lebih tepatnya sekedar cari perhatian dari rakyatnya.

Pada dasarnya sikap “KESALEHAN” dari sosok buk Risma, adalah sesuatu yang diharapkan oleh rakyat, beliau tidak “neko-neko” jika sudah bekerja untuk rakyatnya. Karena nilai-nilai yang beliau pegang patut menjadi cermin diri pejabat negeri ini, atau para kandidat yang akan berlaga memperebutkan “kursi” di senayan, atau di provinsi, serta kabupaten/kota di wilayahnya.

Kesalehan yang beliau tampilkan adalah wujud nyata, bukan berteori apalagi sekedar pemoles diri, agar kelihatan “religius”. Dalam wawancara di media, beliau tidak membaca ayat demi ayat dalam kitab suci, atau menitir penggalan haidts, tetapi menyampaikan “kegalauan” hatinya, mungkinkah saya akan masuk Surga, jika masih ada rakyat saya yang hidup menderita, apalagi menderita karena salah pimpin pada masa kepemimpinannya. Sungguh ini merupakan pelajaran berharga buat kita semua, terutama pemimpin di negeri ini. Mungkinkah “mereka” akan korupsi jika setiap tindakannya selalu memikirkan apakah saya akan masuk surga, akankah saya mendapatkan tempat terbaik di akherat nanti, jika tindak tanduk saya selama memimpin, membuat sengsara rakyat.

Menjelang Pemilu 2014, kepada rakyat sedang di pertontonkan “kesalehan” dadakan pala politisi yang akan berlaga, mereka mendadak menjadi sosok yang “agamis, religius”. Hanya demi mendapatkan simpati dan mendulang suara, apapun mereka lakukan, termasuk diantaranya seperti dijelaskan di atas. Banyak diantara mereka yang keluar masuk rumah ibadah, menjadi pengkhotbah, penceramah di rumah ibadah, mereka “mendadak agamis”, setelah pesta itu usai, sudah bisa dipastikan, bahwa mereka hamper tidak punya waktu melihat tempat yang mereka kunjungi saat memerlukan suara rakyatnya. Dan yang lebih tragis lagi, mereka lupa bahwa ada banyak janji yang mereka ucapkan di rumah ibadah itu. Akankah itu semua merubah cara pandang rakyat terhadap para “wakilnya” di kursi empuk di gedung “lembaga terhormat” itu.

Sudah semestinya kita malu, pada sosok sederhana buk Tri Rismaharini, dengan kesederhanaanya mampu memikat dan memukau kita, serta membuat hati kita menjadi benar-benar “Empati” atas ketulusannya. Selama masa kepemimpinannya, sudah 50an penghargaan yang beliau dapatkan, dan semua didapatkan benar-benar karena kerja keras beliau bersama perangkat daerahnya, sehingga pantaslah rakyat Surabaya bergerak mendukung kepemimpinan beliau, bukan seperti dibanyak daerah, rakyat bergerak berdemonstrasi menolak dan menginginkan pemimpinnya diberhentikan, tetapi tidak dengan ibuk Risma. Ini merupakan wujud dari “Kesalehan” yang nyata.

Akan kah kita membiarkan diri kita terus menjadi objek “Penipuan” dari sekolompok orang yang mengatasnamakan “wakil rakyat” atau “pemimpin rakyat” sementara setiap harinya sibuk memikirkan dirinya, keluarganya, dan bahkan mengambil dan merampas apa yang menjadi hak-hak rakyat, dan tidak jarang menipu dengan berpura-pura pro rakyat, atau bisa jadi lebih tepat mencitrakan diri sebagai orang yang peduli rakyat.  Berbeda jauh dengan apa yang dilakukan oleh buk Risma, beliau mengatakan: saya percaya Allah pasti akan menjaga keluarga saya, karena saya sekarang sedang berjuang untuk kepentingan rakyat saya. Ini benar-benar “super” yang keluar dari mulut sosok yang sederhana itu. Sekali lagi inilah nilai-nilai “karakter” yang sebenarnya, karena wujud dari “kesalehan” itu dirasakan dan bermakna untuk semuanya, bukankah kata nabi, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat untuk sekalian manusia. Entahlah, biarlah semua berjalan seperti apa maunya para “petinggi” negeri ini, sangat bisa jadi “kesadaran” akan pulih, setelah Allah mengirimkan teguran dengan cara-NYA, yang mampu membuat mereka tersadar, atau mungkin tidak sama sekali. Semoga “angina perubahan” itu sejalan dengan nilai-nilai kesalehan seperti yang dilakukan oleh sosok buk Risma.

Dan satu hal yang mesti kita sikapi,, beliau jauh dari gemerlap “Pencitraan”. Karena mudah-mudahan apa yang tampak dan tak tampak dari aktivitas beliau, adalah semata-mata demi ketulusan,,, Apalagi gebrakan beliau menutup komplek “Pelacuran” terbesar di Asia Tenggara. Tampak, bahwa apa yang beliau lakukan dilandasi karena kecintaan, ketulusan, agar generasi penerus bersih hatinya,,,,.


imagesSaat ini, warga dunia sedang mengalami perubahan dalam berbagai hal, terutama perkembangan teknologi informasi, yang seiring dengan perubahan tersebut menimbulkan perubahan yang mesti ditindaklanjuti dalam dunia pendidikan. Dan tidak ada kata pasrah menjalaninya, apalagi mundur dari pertarungan kemajuan tersebut.

Perubahan dan perkembangan itu, menuntut guru berinovasi dan merubah cara pandang dalam menunaikan tugasnya sebagai pendidik, karena sangat bisa jadi informasi yang akan disampaikan oleh guru dikelas, telah lebih dahulu dipelajari dan diketahui oleh siswa. Dengan demikian menuntut kita para guru untuk terus mengikuti perkembangan dan perubahan itu, atau kita akan tertinggal jauh oleh perubahan itu tanpa mengenal kita siap atau tidak siap menjalaninya.

Menyikapi hal yang demikian, Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan, kembali melakukan Pembinaan guru melalui kegiatan Bimbingan Teknis Guru Pembina Olimpiade Mata Pelajaran Tahun 2014, yang diikuti oleh 8 cabang Olimpiade, yaitu: Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, Matematika, Fisika, Kimia, dan Komputer. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 20 –  23 Mei 2014 di Hotel Jayakarta Jl. Hayam Wuruk No. 126 Jakarta.

Khusus Biologi, bukan berarti tidak diikutkan dalam rombongan Bimbingan pada saat ini, akan tetapi karena pada waktu yang bersamaan dengan Bimbingan Teknis Pembina Olimpiade, juga dilakukan Bimbingan Teknis Pembina Penelitian ilmiah (Olimpiade Penelitian) yang sebagian besar di ikuti oleh guru mata pelajaran Biologi.

cropped-headAdapun Materi Bimbingan untuk bidang Astronomi yang digawangi oleh: Pak Dr. Hakim L Malasan, Dr. rer.nat M. Ikbal Arifyanto, Dr. Chatief Kunjaya, dan Rhorom Priyatikanto, M.Si sebagai berikut:

a. Astronomi dan Astrofisika, Fenomena Geosentris, Kinematika Gerak Melingkar, Hukum Kepller, Hukum Gravitasi Newton, Besaran Pokok dalam Astronomi, Dasar Radiasi Elektromagnetik, Orbit Benda Langit (disampaikan oleh Dr. Chatief Kunjaya)

b. Koordinat Horison dan Equatorial, Pengenalan Stellarium, Komponen Tata Surya, Teori Pembentukan Tata Surya, Statistika dalm Astronomi, Pengolahan Data Astronomi (disampaikan Dr. rer.nat M. Ikbal Arifyanto)

c. Terang Bintang dan Sistem Fotometri,Spektrum Bintang, Matahari, Besaran Fisis Bintang, Diagram HR dan Evolusi Bintang, Sistem Bintang, Teropong Bintang, Sistem Pengamatan Astronomi, Praktik (disampaikan Dr. Hakim L Malasan)

d. Galaksi dan Kosmologi Dasar (oleh Rhorom Priyatikanto, M.Si)

Besar harapan dari peserta, terutama P2TK Dikmen, bahwa ini memberi dampak pengiring yang sangat besar bagi guru sebagai ujung tombak Pembinaan Siswa di sekolah masing-masing di tempat tugasnya. Sehingga nantinya kedepan mampu menghasilkan siswa-siswa terbaik yang mengharumkan nama bangsa pada ajang Internasional. Dan tugas kita semua untuk menanamkan semangat kepada siswa, bahwa kita adalah bangsa yang hebat dan sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Berikut lampiran photo kegiatan Astronomi silahkan ambil di sini: Photo 1, Photo 2

 

Oleh: hanstt | Mei 5, 2014

Hasil OSK Provinsi Jambi Tahun 2014


imagesSetelah menunggu dalam waktu yang sangat panjang, akhirnya kami mencoba memberanikan diri untuk publish hasil Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten se-Provinsi Jambi tahun 2014. Mohon maaf juga kami sampaikan kepada rekan-rekan pembina Olimpiade masing-masing cabang di sekolah atas keterlambatan ini. Ini semua bukan sesuatu yang di sengaja, karena setelah OSK dilaksanakan semua guru disibukkan dengan kegiatan pelaksanaan UN di sekolah masing-masing.

Setelah pelaksanaan UN, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi kembali disibukkan dengan persiapan penyelenggaraan FLS2N, dan sekarang sedang pelaksanaan O2SN, hal ini menjadi kendala dalam upaya untuk segera menyampaikan hasil ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, mudah-mudahan itu semua dapat dimaklumi oleh rekan-rekan guru di sekolah masing-masing.

Berikut kami lampirkan hasil OSK 2014 Provinsi Jambihasil-1Selengkapnya ambil di Hasil OSK-2014-Prov-Jambi

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.