imagesTidak mudah memang meraih mimpi dan menjadikannya sebuah kenyataan. Untuk mencapainya memerlukan usaha yang sangat luar biasa, dan siswa yang mampu melakukannya adalah siswa yang telah meniatkan dirinya untuk menjadi yang terbaik, Ini semua baru pada tataran definisi yang cenderung pragmatis, namun tidak demikian untuk Tim Olimpiade Sains, darimanapun mereka berasal, dan dari sekolah apapun mereka berasal, tekad mereka cuman satu, berjuang dan berusaha untuk menjadi yang terbaik,.

Demi mewujudkan harapan dan cita-cita mereka (anak-anak hebat) tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi melalui Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) melakukan kegiatan Pelatihan Daerah (Pelatda) untuk siswa Provinsi Jambi yang lolos ke Nasional dalam kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan, yang akan dihelat tanggal 15 – 21 Mei 2016.

Harapan itu selalu ada untuk siswa yang mempersiapkan dirinya dengan baik, baik itu materi khusus Olimpiade sesuai dengan Silabus OSN, juga menyiapkan fisik dan mental, agar saat perlombaan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Kita patut mengapresiasi semua niat baik dari Pemerintah Provinsi Jambi, agar siswa-siswa Provinsi Jambi bisa bersaing dengan siswa-siswa hebat lainnya dari seluruh Indonesia. Bukan tidak mungkin bahwa kedepan mereka akan menjadi pemimpin daerah ini untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Karena pada dasarnya tidak ada yang tidak mungkin, jika semua berusaha meraihnya dengan terus berjuang, untuk menjadi yang terbaik.

Selamat buat anak-anak yang lolos OSN 2016, dan menjadi duta Provinsi Jambi dalam kegiatan tersebut, tunjukkan kepada dunia, bahwa siswa-siswa dari Provinsi Jambi sejajar dengan siswa lain dari seluruh pelosok negeri ini. Jaga kekompakan, sportifitas, jaga kesehatan dan kebugaran, dan tunjukkan kepada mereka bahwa Jambi setara dengan provinsi lain di Indonesia… Aamiin,,, Semoga … Lampiran Surat Undangan Peserta OSN 2016,,, ambil disini

Oleh: hanstt | Maret 7, 2016

Tim Olimpiade SMAN TT HAS Jelang OSP 2016


Setelah perhelatan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten atau yang biasa dikenal dengan istilah OSK, semua peserta dengan penuh harap pada tahun ini kembali dapat berkiprah pada ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSP) 2016.

Tidak kalah hebohnya, Tim Olimpiade SMAN Titian Teras HAS, mereka hampir setiap hari tiada henti-hentinya terus bertanya, kapan hasil OSK diumumkan. Hal ini sangat wajar, apalagi siswa kelas 11, yang merupakan kesempatan terakhir buat berlaga pada ajang asah Otak ini. Dan masa yang ditunggu-tunggu akhirnya datang jua, dan sesuai prediksi Tim Olimpiade SMAN Titian Teras HAS masih tetap mengirimkan full team (27 orang siswa) ke tahapan berikutnya (OSP).

Adapun nama-nama peserta secara lengkap dapat dilihat melalui tabel berikut:

 

NO NAMA SISWA CABANG KELAS PERINGKAT
KAB PROVINSI
A LULU INTAN FATMAWATI

KEVIN PUTRA ARISTA

ANUGRAH PUTRA RIANTO

ASTRONOMI XI IPA

XI IPA

X IPA

1

2

3

1

2

3

B FAJAR MUSTIKA ALAM

HAYKAL ESTU BISMORO

HADIM AERASDA

BIOLOGI XI IPA

XI IPA

X IPA

2

4

6

2

4

8

C ANDI FAISHAL FFF

DESCHA PUTRI R.B

DWI ISTIQOMAH

EKONOMI XI IPS

X IPS

X IPS

1

3

4

1

11

13

D DIAN ARDO

FAJAR DWI NAHDI

DEDY FIRMANSYAH

FISIKA XI IPA

X IPA

XI IPA

1

3

4

1

4

5

E MIFTA HULKHAIR S

YUDHI PRAYOGO

FIRA FARIHA

GEOGRAFI XI IPA

XI IPS

X IPS

1

2

4

2

3

6

F INDAH DEVIA P

RIZKY MILLENIO J

DEGO IRVAN NADEAK

KEBUMIAN XI IPA

XI IPA

X IPA

1

5

9

1

6

21

G IRSAT HANAFI

M. OCHA APRINDO R

KHALIDYA NUR FAJRIA

KIMIA XI IPA

XI IPA

XI IPA

1

2

3

2

3

5

H NABIL AHMAD

M. NASHRULLAH

DIMAS YUDHA PERMANA

KOMPUTER XI IPA

X IPA

X IPA

1

3

4

5

8

9

I ANASTASYA MOURINA N

RIDHO ILHAM KASPARI

NICO RIVALDO

MATEMATIKA XI IPA

XI IPA

X IPA

1

3

5

4

10

22

 

Oleh: hanstt | Agustus 10, 2015

Semangat dan Daya Juang yang Perlu di Apresiasi


tutwurihdyniSetelah pada postingan sebelumnya, admin kirimkan kabar SNMPTN SMAN Titian Teras, ternyata setelah banyak anak-anak yang belum berhasil melalui jalur SNMPTN Undangan, tidak serta merta membuat semangat mereka menjadi kendor, apalagi surut kebelakang,,, Tidak banyak yang saya lakukan kepada mereka, hanya sedikit berdoa, meyakinkan anak-anak, bahwa gagal melalui SNMPTN Undangan bukan akhir dari segala-galanya,,, teruslah berjuang,,, karena sukses mesti diperjuangkan, dan itu sudah cukup membakar semangat mereka untuk terus berjuang bukan sekedar ingin membuktikan mereka hebat, tapi lebih dari sekedar hebat, namun benar-benar hebat. Salut buat anak-anak yang tidak pernah berputus asa, dan itulah praktik dari nilai-nilai “Karakter:” yang menjadi Vitamin yang sangat baik buat sukses mereka kedepan.

Namun harus diingat, kampus sehebat apapun tidak akan membuat kalian secara langsung menjadi “hebat”, untuk itu jangan berhenti dan bahagia karena anak-anak semua telah lulus di terima di PTN/PTS tersebut dengan Jurusan dan Program Studi yang diinginkan, tapi harus terus berjuang untuk membuktikan bahwa kalian memang layak dan sangat pantas berada di kampus tersebut, dan terus mengukir prestasi. Itulah jawaban atas apa yang telah kalian semua raih.

Ayah bersama segenap Pamong di Kampus “Serentak Bak Regam” SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti, selalu mendoakan kalian semua sukses menggapai cita-cita, dan nantinya mampu memberikan dan mempersembahkan yang terbaik untuk negeri tercinta, khususnya untuk rakyat Provinsi Jambi,,, Berikut nama-nama yang telah terdata oleh Koordinator OX19EN ambil disini:  PTN-PTS Ox19en

Oleh: hanstt | Mei 10, 2015

Kabar SNMPTN SMAN Titian Teras HAS 2015


Setelah menjalani masa penantian yang relatif singkat, tetapi sangat menegangkan dan menguras sangat banyak energi (bukan bermaksud melebih-lebihkan) tetapi itu yang dirasakan oleh siswa, apalagi orangtua siswa,. Namun apapun hasilnya, harapannya, semua anak-anak mampu melewati dan menjalaninya dengan baik. Buat yang lulus, jangan “Jumawa” merasa sudah hebat, karena ada tugas yang sesungguhnya lebih berat kedepannya. Buat anak-anak yang belum beruntung melalui jalur undangan, jangan berputus asa, karena masih ada banyak peluang yang masih bisa diraih,,, Tetap Semangat,,,, Berikut daftar siswa yang lulus SNMPTN 2015

Oleh: hanstt | April 13, 2015

OSN 2015 Yokyakarta


imagesCALL2640Tidak salah pepatah mengatakan: menunggu adalah pekerjaan yang paling mengasyikkan, ini terbukti dengan apa yang ditunggu oleh semua calon peserta OSN 2015. Setelah Test OSP dilaksanakan, hampir setiap hari siswa-siswa yang mengikuti kegiatan lomba tersebut menanyakan kapan pengumuman resmi dirilis oleh panitia.

Berbagai macam ekspresi anak-anak menggambarkan semangat mereka dan ketakutan yang amat sangat, jika mereka termasuk kedalam golongan yang “tidak lolos” ke nasional. Tidak mengapa memang, karena ini menunjukkan sikap yang baik bagi siswa, karena mereka adalah anak-anak yang peduli dengan masa depannya, karena melalui ajang ini lah paling tidak akan melapangkan jalan mereka meraih cita-citanya ke Perguruan Tinggi. Karena sertifikat nasional yang mereka raih, apalagi nantinya ditambah dengan sertifikat juara nasional, tentnya akan dengan lebih mudah mereka memilih perguruan tinggi tertentu, sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Dan sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai guru, sebagai pembina olimpiade di sekolah, untuk terus memberikan layanan terbaik kepada mereka, karena sukses anak-anak kita meraih “mimpinya” ada cerminan keberhasilan kita juga sebagai gurunya. Jangan pernah bersedih apalagi berputus asa, jika semua yang kita lakukan, tidak sepenuhnya mendapat perhatian dan apresiasi dari sekolah (walau tidak semuanya seperti itu). Namun itu sudah cukup kita lakukan, karena ada balasan yang jauh lebih berharga dan lebih baik dari sekedar mendapatkan apresiasi dalam bentuk “materi”. Jika kita tulus melakukannya, yakinlah, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, pasti menggantikannya dengan yang jauh lebih baik,

Buat semua rekan-rekan guru di negeri ini, teruslah berkarya, teruslah berjuang bersama siswa-siswa terbaik di sekolah masing-masing, karena sesungguhnya prestasi terbaik kita, bukan seberapa banyak penghargaan pribadi yang kita raih, tapi seberapa banyak siswa-siswa yang berprestasi yang telah kita lahirkan dari tangan-tangan “dingin” kita. Tetaplah berjuang, dimanapun kita berada,,, Jaya Selalu Pendidikan Indonesia.

Berikut lampiran Surat Undangan OSN 2015, silahkan ambil di sini:  Surat-Undangan-OSN_2015


imagesTerus berbuat seraya berbenah diri adalah keseharian yang mesti dilakukan. Sepertinya slogan itu harus diwujudkan oleh semuanya, baik rekan Pembina Olimpiade di sekolah, apalagi siswa yang terlibat langsung dalam percaturan “politik” Olimpiade, dengan segala harapan demi harapan yang dibebankan kepada siswa.

Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, tantangan nyata yang selalu menghadang adalah kesiapan anak-anak menghadapai setiap perubahan kebijakan tentang pelaksanaan Olimpiade. Apalagi tahun ini dirasa sangat berat oleh anak-anak, dikarenakan jadwal pelaksanaan Olimpiade yang dimajukan dari tahun-tahun sebelumnya (yang biasanya penyelenggaraan di tingkat Nasional sekitar September, dimajukan bulan Mei). Dan ini dirasa sangat berat, disamping juga waktu pembinaan yang sangat singkat, itu semua tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak yang telah dengan ketetapan hati untuk fokus pada bidang lomba “asah otak” ini.

Khusus untuk sistem pembinaan di sekolah ini, dirasa sangat cukup, tinggal bagaimana siswa mempersiapkan mentalnya menghadapi OSP, yang akan didapuk pada tanggal 19 Maret 2015. Satu hal yang harusnya tidak boleh hilang dari diri Tim Olimpiade adalah semangat dan daya juang, untuk tetap berada di jalur sang juara.

Dukungan dari orang tua (dalam hal ini dukungan finasial), benar-benar ditunggu oleh anak-anak, untuk menopang keberhasilan anak-anak kedepan, dan pendampingan dari Pembina agar semua keluh kesah anak-anak dengan segera dapat kita tangani, dengan demikian semangat “sang juara” terus tertanam dalam setiap diri anak-anak. Semoga,,,,,, Jaya Selalu Tim Olimpiade Titian Teras.

Oleh: hanstt | Oktober 9, 2014

Medali dari Mataram


imagesAwalnya, saat menyusun proposal pembinaan lanjutan untuk anak-anak yang lolos OSN 2014 di Kota Mataram, pihak sekolah meminta dalam proposal tersebut dimuat target yang dicapai dan diraih dari pelaksanaan pembinaan tersebut. Entah itu sebagai pertanda atau hanya sekedar menuliskan di dalam proposal, lalu saya menyanggupinya dengan menuliskan target capaian tim Pembina Olimpiade SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti pada tahun 2014 di Mataram adalah 1 perak dan 1 perunggu. Bukan tidak berani menulis emas, hanya saja nanti membuat siswa terbebani karenanya.

Namun benar, seperti yang ditulis dalam buku: Medali Untuk Bangsa, yang ditulis oleh pak Suharlan, Bahwa target tertinggiIMG_4809 yang kita buat menuntut pengorbanan yang tidak sedikit,,, walau awalnya hati ini sedikit gusar, karena kesiapan anak-anak, secara materi mungkin tidak kalah jauh dari teman-temannya di pulau Jawa, tetapi mental selalu menjadi kendala. Menanamkan mental juara hanya mudah diucapkan, tetapi susah diterapkan, karena anak-anak perlu pendamping yang spesial. Itupun sudah dicoba, walau itu belum maksimal.

IMG_5117Dan ini menjadi pelajaran berharga untuk pembinaan tim Olimpiade di sekolah ini kedepan. Penjaringan bibit baru yang potensial adalah suatu keharusan, jangan lagi mengatakan biarlah mereka terseleksi secara alami. Itu hal yang tidak mungkin, karena kita terus berpacu dengan waktu, lengah saja barang sedikit, maka kita akan tertinggal jauh. Itulah mungkin filosofi yang tepat dalam menyiapkan anak-anak dalam ajang Olimpiade. Apalagi kedepan persaingan semakin ketat. Dan setiap sekolah, pasti akan mempersiapkan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Namun mengambil hikmah dan pelajaran dari Tim OSN SMAN Titian Teras HAS di Mataram dengan mempersembahkan 1IMG_5130IMG_5563 medali perak (dari cabang Kebumian) dan 1 medali perunggu (dari cabang Astronomi) adalah sebuah keniscayaan. Buat semua rekan-rekan, mari kita bersama bahu membahu, bergerak bersama (sesuai motto sekolah kita: SERENTAK BAK REGAM) menjadi penyemangat dalam menunaikan tugas membina, mendampingi anak-anak ayang tahun depan akan berlaga menjadi yang terbaik mewakili Provinsi Jambi pada perhelatan OSN 2015 di Kota Yogyakarta. Semoga….

Oleh: hanstt | Agustus 19, 2014

Pembinaan Pra OSN 2014 Provinsi Jambi


IMG_4534imagesDalam rangka mempersiapkan siswa yang lolos OSN 2014 Mataram, seperti biasanya, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama dengan Tim Pembina Olimpiade Provinsi Jambi, melakukan pembinaan dan pembekalan kepada siswa tersebut. Sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan sebelumnya, Tim Pembina Olimpiade diberi amanah untuk mempersiapkan semua yang diperlukan oleh siswa dalam mengikuti OSN 2014 di Mataram.

Kegiatan Pembinaan ini dilaksanakan tanggal 18 – 27 Agustus di Grand Hotel, dan di SSC Jambi. Khusus Pembinaan Olimpian Astronomi, selain di Grand Hotel, juga di Komplek SMAN Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi, untuk melakukan kegiatan Pengamatan Bintang dengan menggunakan Teleskop William Optics, Peta Bintang dan pengamatan dengan mata telanjang. Lokasi ini dipilih, karena langit kota jambi pada malam hari tidak bisa bisa untuk kegiatan pengamatan, hal ini disebabkan oleh polusi cahaya.

Jika menilik persiapan demi persiapan yang dilakukan oleh Tim Pembina Olimpiade Provinsi Jambi, besar harapanya tahun ini kembali mampu memberikan prestasi terbaik untuk Provinsi Jambi…. Doa dari segenap warga Provinsi Jambi senantiasa diharapkan, agar anak-anak Jambi, tetap diperhitungkan di level Nasional dalam ajang bergengsi ini..

Oleh: hanstt | Juli 6, 2014

Peserta OSN 2014 Mataram


Setelah anak-anak kita lama dan lelah menunggu diumumkannya hasil OSP yang berlangsung pada 10-12 Juni yang lalu, akhirnya pengumuman yang ditunggu juga telah dirilis,, walau bukan resmi di portal http://www.siswapsma.org atau di http://www.kemdikbud.go.id Yang pasti setelah dikonfirmasi kepada Panitia (Dit. PSMA) bahwa pengumuman itu benar adanya.

Khusus Provinsi Jambi pada tahun ini mengirimkan 20 peserta nasional, dengan komposisi: Astronomi 2 orang, Biologi 1 orang, Ekonomi 3 orang, Fisika 1 orang, Geografi 1 orang, Geosains/Kebumian 5 orang, Kimia 3 orang, Komputer 2 orang dan Matematika 2 orang.

Pengumuman lengkapnya silahkan ambil disini….>>>

Oleh: hanstt | Juni 24, 2014

PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SIAPA?


Pada salah satu sarasehan nasional yang diselenggarakan Kemendiknas pada tanggal 14 Januari 2010 dideklarasikan tentang “Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa” sebagai gerakan nasional. Deklarasi nasional tersebut harus secara jujur diakui disebabkan oleh kondisi bangsa ini yang semakin menunjukkan perilaku tidak terpuji dan tidak menghargai budaya bangsa. Perilaku tidak terpuji tersebut antara lain memudarnya sikap kebhinnekaan dan kegotongroyongan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di samping itu perilaku anarkhisme dan ketidakjujuran marak di kalangan peserta didik, termasuk mahasiswa, misalnya tawuran, dan plagiarisme. Di sisi lain banyak terjadi penyalahgunaan wewenang oleh para pejabat Negara sehingga korupsi semakin merajalela di hampir semua instansi pemerintah. Perilaku-perilaku seperti itu menunjukkan bahwa bangsa ini telah terbelit oleh rendahnya moral, akhlak, atau karakter atau lebih tepatnya Moral Disaster.

Problem moral yang lain juga melanda sebagian pelajar dewasa ini. Hal itu antara lain ditandai oleh ketidakpedulian terhadap etika berpakaian dan etika pergaulan (rasa hormat kepada karyawan, guru, dan pimpinan sekolah). Problem moral tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan dan pembelajaran yang selama ini berlangsung, yaitu pendidikan dan pembelajaran yang cenderung formalistik dan hanya mementingkan capaian akademik, dan bentuk nyata dari begitu pentingnya capaian akademik dengan mengenyampingkan nilai-nilai kejujuran adalah berusaha mencapai nilai kelulusan Ujian Nasional (UN) yang Fantastik. Dan bias jadi kita termasuk salah satu bagian dari proses pembiaran itu.

Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Seiring dengan tujuan pendidikan ini pula, Kemendiknas mulai tahun 2010 ini mencanangkan pembangunan karakter bangsa dengan empat nilai inti, yaitu jujur, cerdas, tangguh, dan peduli. Secara akademis, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, atau pendidikan akhlak yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Karena itu, muatan pendidikan karakter secara psikologis mencakup dimensi moral reasoning, moral feeling, dan moral behavior (Lickona, 1991).

  Presentation1

 Secara praktis, pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai kebaikan kepada warga sekolah atau kampus yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa (YME), sesama manusia, lingkungan, maupun nusa dan bangsa sehingga menjadi manusia paripurna (insan kamil). Pendidikan karakter di lembaga pendidikan perlu melibatkan berbagai komponen terkait yang didukung oleh proses pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan warga sekolah, pengelolaan pendidikan, pengelolaan berbagai kegiatan siswa, pemberdayaan sarana dan prasarana, serta etos kerja seluruh warga sekolah.

Menurut Dr. Dr. Ratna Megawangi, Pendidikan karakter adalah untuk mengukur akhlak melalui proses mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan berprilaku baik. Yakni, suatu proses pendidikan yang melibatkan aspek kognitif, emosi, dan fisik, sehingga akhlak mulia bisa terukir menjadi kebiasaan fikiran, hati dan tangan (Semua Berakar Pada Karakter, Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI, 2007).

Di lembaga pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah, menjadi suatu keharusan untuk mencantumkan berbagai karakter yang diharapkan yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Maka pertanyaan besar yang tergambar dari semua dokumen pembelajaran adalah: Apakah mungkin nilai-nilai karakter tersebut bias ditanamkan kepada peserta didik, jika nilai-nilai tersebut hanya ada dan tertulis didalam dokumen belajar?

Dan lebih parah lagi adalah ketidaksukaan beberapa orang tua terhadap tindakan sekolah atas kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anaknya di sekolah. Sikap penerimaan yang salah dari orangtua juga ikut andil besar kegagalan sekolah membudayakan perilaku baik disekolah. Karena pada dasarnya keberhasilan sekolah juga ditopang oleh dukungan orangtua siswa.

Tanpa bermaksud mengecilkan semangat kita semua menanamkan nilai-nilai tersebut, perlu kita sadari bahwa “Keberhasilan” dalam menanamkan nilai karakter adalah apabila “Orang dewasa” mampu menempatkan dirinya sebagai “Model atau Contoh” dalam semua hal. Apakah mungkin kita sebagai orangtua mampu menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anak, jika ternyata kita orangtuanya sendiri bukan orang yang layak dicontoh. Ataukah mungkin kita sebagai guru bisa mendisiplinkan siswa dalam segala hal, misalnya tepat waktu dalam mengajar, kerapian dalam berpakaian, menjadi contoh mencintai lingkungan, menjadi contoh untuk tidak membuang sampah sembarangan; Karena tidak jarang banyak ditemukan, bahwa ternyata “Guru atau Pendidik” membuang sampah sembarangan, merokok dilingkungan sekolah, tidak disiplin, serta banyak lagi yang lainnya. Atau kita sebagai pemimpin publik, sudahkan kita menjadi contoh bagi rakyatnya? Karena ada banyak hal yang menjadi catatan buat kita semua, bahwa kepada khalayak ramai dipertontonkan kemewahan para “Pejabat” yang hidup diatas penderitaan rakyatnya. Atau seringkali kita memperlihatkan perilaku tidak terpuji, sementara kepada rakyat, kita selalu menyampaikan hal-hal yang baik, yang dalam keseharian itu semua tidak pernah kita lakukan.

Jika ternyata kita tidak bisa menjadi contoh dalam menanamkan “Nilai-nilai Karakter”, maka sebaiknya kita jangan pernah berharap terlalu banyak, bahwa “Pendidikan Karakter” akan berhasil dilembaga pendidikan, baik pendidikan formal di sekolah, lebih-lebih lagi pendidikan keluarga. Karena ujung tombak pendidikan karakter dimulai dari pendidikan dirumah. Dan keberhasilan “Pendidikan Karakter” adalah apabila pejabat publik, dan lain sebagainya, berlomba-lomba menjadi contoh terbaik bagi semuanya. Jika demikian, tidak perlu menunggu lama, kita akan melihat hasilnya. Jika tidak, maka semua akan terus menerus seperti apa yang kita lihat sekarang.

Tidak ada salahnya kita terus berharap, tetapi juga harus dibarengi dengan kesungguhan hati dari kita semua, untuk memulai segera dari sekarang, atau kita menunggu kehancuran demi kehancuran dari sikap dan perilaku kita. Semoga….!!!

Older Posts »

Kategori