Oleh: hanstt | Januari 27, 2012

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE (Kisah Inspiratif)

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE (Kisah Inspiratif)

Ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia

Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..”Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’)

berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya. Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industry strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………? Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas; Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie.  Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototype pertama……………..  N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufacturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD, – Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten- C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis- D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati

Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam………………………..seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa! 2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu

masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia………….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….” (pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun. (Bersumber dari kiriman via email dari milis)

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,

Capt. Novianto Herupratomo

Oleh: hanstt | Desember 24, 2011

Seminar Interaktif Coaching

Dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru dan Kepala Sekolah SMA/SMK RSBI Se-Indonesia, PPPPTK Bahasa mengadakan kegiatan Seminar Interaktif Coaching yang dilaksanakan tanggal 21 – 23 Desember 2011 di P4TK Bisnis dan Pariwisata Sawangan Depok. Kegiatan ini dirasakan sangat besar manfaatnya bagi guru dan kepala sekolah. Semua materi yang disajikan memberikan pencerahan terhadap semua persoalan dan permasalahan yang terjadi dalam keseharian kita di sekolah.

Pada kenyataannya dalam keseharian kita di sekolah, selalu mengalami masa-masa sulit atau lebih tepatnya masa pasang surut dalam pengelolaan pendidikan. Apalagi sekarang lebih menitikberatkan pada pengajaran, bukan pada proses pendidikan. Pada prinsipnya pendidikan berbeda dengan pengajaran. Pengajaran lebih fokus hanya kepada bagaimana guru dapat mentransfer sebanyak-banyaknya ilmu kepada siswa, tanpa mempedulikan asfek-asfek yang lain, misalnya akhlak, perilaku siswa, serta perkembangan kematangan emosi siswa. Sedangkan pendidikan menggabungkan kedua kondisi di atas. Maka setelah melalui proses pendidikan yang baik, diharapkan peserta didik (siswa) mampu menjadi pribadi yang utuh.

Setelah mengikuti kegiatan ini, ada beberapa hal yang dapat dengan nyata dirasakan, bagaimana kita mampu memberi bantuan, masukan kepada rekan kerja untuk bangkit, menyelesaikan masalah dalam kseharian (dalam pembelajaran), sekalipun suatu waktu kita sendiri sebagai Coach juga mengalami masalah, maka kita juga dapat dengan mudah mampu mencarikan solusi atas permasalahan yang kita alami. Pengalaman sebagai Coach dan Coachee telah memberi inspirasi baru kepada saya (admin, red) untuk dapat berbuat lebih banyak dalam proses pendidikan. Bagaimana kita menempatkan siswa sebagai orang teman, partner dalam bekerja. Tidak sebaliknya menempatkan siswa selalu sebagai orang yang dipersalahkan, tanpa kita juga mampu memberikan solusi atas permasalahan itu.

Satu hal yang sangat berkesan, sebagai pribadi adalah menjadi pengalaman yang sangat berharga bisa berkumpul bersama-sama dengan Kepala Sekolah yang hebat-hebat dari seluruh enjuru negeri ini. Dan mereka dengan senang hati berbagi ilmunya kepada kita-kita yang masih muda dengan tidak bermaksud menggurui. Hebat dan Funtastic, itulah kata-kata yang bisa saya sampaikan selama mengikuti kegiatan ini. Semoga saja ditahun yang akan datang bisa bersama-sama kembali, baik itu di kegiatan bersama di P4TK Bahasa, atau nantinya bergabung bersama-sama di Region 2 Sumbagsel (Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung).

Jika boleh mengutip kata-kata Mahatma Gandhi: Kebahagiaan adalah apa yang kita pikirkan, yang kita ucapkan, yang kita lakukan adalah sebuah “HARMONI”. Semoga ini kita kita wujudkan, agar pendidikan di negeri ini menemukan jati dirinya.

Oleh: hanstt | November 24, 2011

Magang di SMAN 5 Denpasar Bali

Dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi professional guru, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, melalui Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, menyelanggarakan kegiatan Magang Guru MIPA dan Bahasa SMA, SMP RSBI se-Provinsi Jambi. Kegiatan ini diawali dengan pelepasan oleh Kadis. Pendidikan Provinsi Jambi, Drs. H. Idham Kholid, ME. Dalam sambutannya, Kadis mengharapkan agar kegiatan ini nantinya benar-benar dapat di implementasikan di sekolah masing-masing.

Dalam pengarahan berikutnya, Bapak Drs. H. Sujarwadi, M.Si menegaskan, bahwa hasil yang diharapkan nanti selama Magang di SMP, dan SMA yang ditunjuk (SMPN 3 Denpasar, dan SMAN 5 Denpasar) setiap guru mata pelajaran, mampu menggali sebanyak-banyaknya informasi kemajuan dan pembaharuan yang dilakukan oleh guru SMPN 3 Denpasar, dan SMAN 5 Denpasar Bali.

Setelah mendapatkan pengarahan dari Kadis, serta pendamping lapangan, rombongan Magang guru SMP, dan SMA RSBI, menuju bandara Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi. Setelah menunggu beberapa saat, semua menuju ruang tunggu bandara, dan siap diberangkatkan dengan maskapai penerbangan Lion Air menuju bandara Soetta.

Selama menunggu jadwal penerbangan menuju bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali, semua peserta disibukkan dengan bahan-bahan dan memikirkan apa yang akan dilakukan selama kegiatan Magang. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah ada anggota rombongan yang tidak mendapat Seet dengan pesawat yang sama, apalagi 3 orang anggota tersebut adalah ibuk-ibuk. Sehingga diputuskan tim pertama yang sampai di Bandara Ngurah Rai, harus menunggu tim kedua. Dan yang lebih mengecewakan lagi adalah 6 barang bawaan anggota Magang harus jalan-jalan terlebih dahulu ke Makassar, sehingga pada hari pertama kegiatan Magang, beberapa teman-teman peserta Magang terpaksa menggunakan seragam anggota yang lain (lucu dan seru).

Pada hari pertama kegiatan, pada masing-masing sekolah dilaksanakan upacara penyambutan, dan dilanjutkan dengan kegiatan Observasi lapangan. Baru pada keesokan harinya, melakukan kegiatan kunjungan kelas, dan Obsevasi lanjutan ke Laboratorium.

Pada hari ketiga, terpaksa libur, dikarenakan pada tanggal 19 November, bertepatan dengan Hari Saraswati (Dewi Pendidikan) sehingga semua aktivitas pembelajaran ditiadakan. Kekosongan ini dimanfaatkan bagi semua peserta Magang, melaksanakan kegiatan Wisata Edukasi, dengan mengunjungi tempat-tempat yang sangat penting bagi dunia pendidikan, antara lain kawasan Candi Kuno di Mengwi, Denpasar.

Pada hari berikutnya, sesuai dengan program yang telah direncanakan, semua peserta magang, khususnya guru-guru SMA, mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas masing-masing. Dan kegiatan ini dimanfaatkan sebesar-besarnya menggali informasi tentang sistem dan cara belajar siswa SMAN 5 Denpasar Bali,. Satu hal yang bisa dirasakan langsung oleh guru peserta Magang, keramahan semua siswa, guru, karyawan, serta semua yang ditemui di SMAN 5 Denpasar Bali. Dan ini jarang dan hampir sulit ditemukan di daerah kita.

Dan yang patut menjadi teladan bagi kita adalah SMAN 5 Denpasar Bali, merupakan Sekolah Adiwiyata Mandiri, karena selama 4 tahun berturut-turut menjadi Juara Adiwiyata Nasional. Sehingga pantaslah siswanya bias menikmati belajar dengan serius dan Fun, karena suasana lingkungan belajar yang rindang dan asri, tidak seperti di tempat kita, yang gersang dan terkesan tidak terawat, apalagi tidak ada satupun sampah yang terlihat dilingkungan sekolah. Semua sudah terorganisir dengan baik oleh sekolah, dan yang menjadi kunci keberhasilannya adalah kepedulian semua warga sekolah. Apalagi tidak ada satupun Majlis Guru dan Karyawan serta siswa yang MEROKOK di lingkungan sekolah. Sekolah kita….??? Perlu belajar lebih banyak lagi (bersambung, dah mulai ngantuk,,,)

Oleh: hanstt | Oktober 16, 2011

Persiapan Menuju OSN 2012

Setelah Perhelatan OSN 2011 di Kota Manado, Sulawesi Utara selesai dilaksanakan, maka semua tim Pembina Olimpiade Sains SMA Titian Teras langsung berbenah diri untuk menghadapi event yang sama pada tahun 2012, yang menurut rencana akan dilaksanakan di DKI Jakarta.

Beberapa tahapan persiapan sudah dilaksanakan, antara lain pelaksanaan seleksi calon peserta pada masing-masing cabang lomba, yang sebelumnya diawali dengan tahapan sosialisasi, pendataan peserta, dan dilanjutkan dengan proses seleksi peserta. Setelah tahapan demi tahapan dilakukan oleh Panitia OSN sekolah, yang pada tahun ini didapuk menjadi ketua adalah Ibu Agustin Winarni, S.Pd,. M.Si.

Melalui tangan dingin beliau, semua anggota tim berharap tahun depan mampu memberikan prestasi terbaik. Seperi yang telah dicanangkan pada tahun 2010, bahwa pada tahun 2011 mampu mempersembahkan medali, minimal menyumbang satu medali peerunggu, dan Alhamdulillah pada tahun 2011 mampu menyumbang dua medali perunggu dari satu target medali yang dicanangkan sekolah,. Dua tersebut seperti yang telah ditulis pada kolom sebelumnya adalah: Cabang Astronomi melalui R. Prathama Surahmat, dan cabang Geosains/Kebumian melalui Hendra Guna Wijaya.

Sehingga dengan capaian yang telah diraih oleh tim Astronomi dan Kebumia, pihak penanggungjawab OSN SMA Titian Teras, merasa mendapat tantangan baru untuk dapat memberikan yang lebih baik pada tahun yang akan datang.

Mengingat target yang dicanangkan oleh sekolah, bahwa pada tahun 2012 nanti di Jakarta harus mampu memperbaiki target capaian tahun 2011, maka semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pembinaan memiliki tugas dan tanggung jawab yanglebih besar terhadap kelancaran pembinaan pada masing-masing cabang.

Sebagai langkah awal, panitia OSN sekolah, masih melibatkan pihak ketiga dalam kegiatan pembinaan, yang selama ini sebenarnya sudah dijalin, yaitu pihak LOPI Jakarta. Semua persiapan sudah dilakukan, dengan pihak LOPI-pun sudah dijalin kerjasama, Insya Allah dalam waktu dekat, semua peserta sudah mendapatkan paket soal latihan 1, yang soal-soalnya level soal OSK (Olimpiade Sains Kabupaten), setelah latihan soal 1 dilakukan, dilanjutkan dengan Test LOPI 1 yang soalnya setara dengan soal-soal OSP (soal seleksi Propinsi), pada bulan akhir menjelang OSK dilakukan, siswa kembali menajalani Test LOPI 2, yang soalnya setara dengan soal OSN. Ini semua dilakukan dan disiapkan dengan harapan, setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang signifikan.

Besar harapan kita semua, dengan dukungan dana, doan serta kerja keras dari semua pihak, terutama ketulusan dari pamong Pembimbing, Insya Allah pada OSN 2012 nanti, kita mampu memberikan yang terbaik, untuk sekolah khususnya serta kemajuan pendidikan di Provinsi Jambi umumnya, dan mampu meberikan andil nantinya di level Internasional. Aamiin…. Semoga…!!!

SMA Titian Teras Jambi, selalu berusaha memberikan apresiasi kepada semua siswa yang telah berhasil mengharumkan nama sekolah dalam semua efent; antara lain OSN, O2SN, OPSI, FLS2N, Lomba Penelitian LIPI, serta semua jenis lomba yang diadakan oleh lembaga pendidikan/PT, maupun resmi dari Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta. Berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah, antara lain memberikan penghargaan berupa Beasiswa Prestasi kepada siswa yang memiliki prestasi pada cabang yang disebutkan di atas.

Pada hari selasa, tanggal 27 September 2011, SMA Titian Teras menyelenggarakan Upacara Khusus Penyerahann Penghargaan kepada dua siswa yang memperoleh Medali Perunggu pada Ajang OSN 2011 di Kota Manado, Sulawesi Utara. Siswa tersebut adalah : R. Prathama Surahmat (Medali Perunggu Astronomi) dan Hendra Guna Wijaya (Medali Perunggu Geosains). Disamping dua siswa yang meraih medali, 5 siswa lainnya yang menjadi Finalis OSN Manado 2011, antara lain: Jingga Sekar Langit (Astronomi), Chandra Meilyn Manurung (Ekonomi), Nanda Tri Wibowo (Kimia), Khairul Alim (Komputer), dan Dimas Agus Fahrudin (Matematika).

Sebagai wujud kepedulian sekolah terhadap siswa yang berprstasi, serta memberikan motivasi siswa yang lain untuk selalu memiliki semangat berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Sehingga semua sikap-sikap positif yang diharapkan, dapat tumbuh dan berkembang dikalangan siswa. Disamping itu, semua siswa menjadi terbiasa belajar giat dan berlatih, menempa dan mengasah kemampuan agar mampu bersaing dengan siswa-siswa lain baik di tingkat Provinsi Jambi, regional Sumatera, maupun tingkat nasional.

Hal ini sudah dibuktikan oleh siswa-siswa SMA Titian Teras Jambi, melalui R. Prathama Surahmat dan Hendra Guna Wijaya. Dua siswa ini menjadi implant untuk siswa-siswa berikutnya meraih prestasi terbaik ditahun-tahun berikutnya. Ini sebuah harapan,. karena sejak tahun 2004 SMA Titian Teras Jambi mengirim siswa pada ajang OSN, berturu-turut setiap tahunnya, baru tahun 2011 di Kota Manado semua impian untuk meraih prestasi di Level Nasional akhirnya menjadi kenyataan. Besar harapan semua keluarga besar SMA Titian Teras Jambi, agar kedepan prestasi dapat kembali diraih dengan lebih baik lagi,. Aamiin

Oleh: hanstt | September 16, 2011

Perjalanan Panjang Mewujudkan Impian

Jika kita tilik kebelakang, perjalanan ini sudah cukup jauh, sejak SMA Titian Teras Jambi mengikuti ajang lomba bergengsi tempat berkumpulnya siswa-siswa terbaik seluruh Indonesia, SMA Titian Teras mengawali debutnya pada ajang OSN 2004 di Pekanbaru Riau, atas nama siswa Dony Fatrico (cabang Fisika), pada tahun 2006 kembali SMA Titian Teras mengirimkan dutanya pada OSN Semarang, atas nama Iryandi Anggriyawan, pada tahun 2008 di Makassar SMA Titian Teras mengirimkan dutanya pada cabang Astronomi atas nama Juli Novianto Sunarno, tahun 2009 di Jakarta kembali mengirimkan Hesty Dwi Utami, tahun 2010 di Medan membuat kejutan dengan mengirimkan 7 orang siswa, dengan rincian: Kaspul Asror, Raisa Putri Secioria (Astronomi), Aulia Ulfa, Pratiwi (Biologi), A. Bahrul Ulum Azmi, Dzaky Abdul Hanif (Kimia) dan Muhammad Agus Riyaldi (Komputer),. Namun target untuk membawa medali pulang ke SMA Titian Teras Jambi sirna, karena ada banyak kendala yang dihadapi.

Pada tahun 2011 berbagai upaya dilakukan, dan SMA Titian Teras Jambi kemmbali mengirimkan 7 siswa ke ajang OSN Manado, mereka adalah: Jingga Sekar Langit, R. Prathama Surahmat (Astronomi), Chandra Meilyn Manurung (Ekonomi), Hendra Guna Wijaya (Kebumian), Nanda Tri Wibowo (Kimia), Khairul Alim (Komputer) dan Dimas Agus Fahrudin (Matematika). Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mengiktui Pra OSP di LOPI Jakarta, kemudian bersama Dinas Pendidikan Provinsi dengan motor Penggerak TIM Pembina Olimpiade Provinsi Jambi mendatangkan Pelatih/Pembina Nasional pada semua cabang OSN.

Tidak cukup hanya sampai disana, tim OSN SMA Titian Teras Jambi kembali mengirimkan siswanya ke pembinaan Nasional. Nanda Tri Wibowo (Kimia) diikutkan di LOPI Jakarta, serta Jingga Sekar Langit dan R. Prathama Surahmat (Astronomi) bergabung mengikuti Proper OSN di Ganesha Astromedia Bandung.

Semua ini dilakukan dalam rangka Ikhtiar agar dapat memberikan sesuatu yang terbaik untuk siswa, sekolah dan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional. Dan alhmdulillah semua program yang telah direncanakan tersebut pada tahun ini membuahkan hasil. R Prathama Surahmat (Astronomi) dipanggil naik panggung untuk menerima Medali Perunggu bagi SMA Titian Teras Jambi, Sebagai pendamping dan sekaligus Pembina tiada kata yang terucap, kecuali Air Mata Bahagia, bahwa semua usaha yang sudah dilakukan membuahkan hasil. Pada cabang Kebumian kembali degup jantung berdetak kencang, begitu nama Hendra Guna Wijaya dipanggil menerima medali di panggung kehormatan. Dengan mata berkaca-kaca bersama pak Muslim Arif Nurdin, dengan suka cita merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Ya Allah semua yang kami raih bersama-sama tim Olimpiade SMA Titian Teras, tiada arti apa-apa jika bukan karena Kuasa-MU, kami hanya bisa berusaha bersama siswa, tetapi semua adalah Karunia-MU, agar kedepan kami selalu bersama-sama siswa berusaha melakukan yang terbaik, untuk bukti bakti kami kepada orang tua yang senantiasa mendoakan setiap gerak perjuanan anak-anaknya, untuk sekolah, dan menjaga nama baik Provinsi Jambi di kancah Nasional.

Kedepan, dengan dukungan serta kerja sama semua elemen di sekolah, mampu mempersembahkan yang terbaik,. jika tahun ini mampu mempersembahkan 2 Perunggu, maka kedepan bisa menjadi lebih baik. Aamiin. Puji Syukur senantiasa kami semua ucapkan kehadirat-MU Ya Allah. Bimbing selalu hati ini untuk selalu Istiqamah dijalan-Mu serta dengan tulus ikhlas membimbing anak-anak kami agar selalu lebih baik. Aamiin.. (Manado, 15 September 2011)

Oleh: hanstt | September 15, 2011

Perjalanan OSN Manado 2011

Setelah semua program yang direncanakan oleh Masing-masing Pembimbing OSN Provinsi Jambi, atau yang lebih dikenal dengan TOP Jambi (Tim Olimpiade Provinsi Jambi) maka semua peserta OSN Provinsi Jambi mengawali kegiatan dengan keberangkatan ke Manado pada Sabtu10 8 September 2011. Sekalipun jadwal keberangkatan megalami penundaan jadwal penerbangan (08.55 menjadi 12.20) karena kabut asap,. Akan tetapi Tim OSN Jambi mendarat dengan selamat di Cengkareng tepat jam 13.50 dan langsung pindah pesawat Lion 737 900ER tujuan manado tanpa harus menunggu di ruang keberangkatan, selanjutnya semua peserta mendarat dengan selamat jam 19.00 waktu Manado.

Pada hari pertama kegiatan, Minggu 11 September 2011,. Semua pendamping bersama-sama siswa binaannya bersama-sama menuju Hotelmasing-masing, khusus cabang Astronomi di Hotel Gran Puri Manado di Jalan Sam Ratulangi Manado. Alhamdulillah chekin peserta berjalan baik, walu ada sedikit kendala karena semua kontingen Jambi bermasalah dengan Tiket pesawat, karena belum dipegang oleh siswa sehinga menunggu guru pembimbing masing-masing menyelesaikannya. tetapi semuanya berjalan baik.

Setelah memastikan semua peserta Jambi mendapatkan Kamar, barulah semua pembimbing meninggalkan Hotel dan kembali ke Penginapan masing-masing.

Pada Senin 12 September 2011 bertempat di Grand Kawanua Convention Center yang berdampingan dengan Hotel Novotel (tempat penginapan OSN SD) dilaksanakan Pembukaan OSN yang dibuka langsung oleh Bapak M. Nuh (Mendiknas). Dalam sambutannya menteri berpesan bahwa kegiatan ini merupakan ajang mencari bibit siswa unggul di republik ini, yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan.

Setelah kegiatan Open Seremony selesai semua kembali ke penginapan masing-masing. Selasa 13 September 2011 siswa mengawali test pertama untuk semua cabang, ada yang mengawali dengan kegiatan praktikum, dan juga ujian teori,. Yang pasti semua konsentrasi menyelesaikan semua soal-soal yang diberikan oleh panitia. Ada keluhan dan itu semua dialami oleh semua peserta. Karena pada tahun ini rata-rata soal test pada masing-masing cabang dirasa sangat sulit oleh peserta, dan inipun tidak luput pada cabang Astronomi, apalagi mayoritas peserta cabang ini adalah alumni OSN 2010 Medan, alumni Pelatnas Astronomi dan alumni peserta IOA 2011.

Sedangkan aktivitas para pendamping adalah melakukan kunjungan wisata ke Taman Laut Bunaken. Dan tidak lupa melewatkan wisata bawah laut Bunaken dengan menyewa alat Snorkling.

Banyak pengalaman yang amat sangat berharga, yang tidak bisa dilupakan,……

(bersambung)

Oleh: hanstt | Agustus 3, 2011

Semarak Ramadhan 1432H SMA Titian Teras Jambi

Sebelum pemerintah secara resmi mengumumkan hasil Sidang penentuan tanggal 1 Ramadhan 1432 H, sekolah Menengah Atas (SMA) Titian Teras Jambi, melaksanakan kegiatan LongMarch, sebagai bentuk kegiatan Penutupan Masa Basis Siswa Kelas X Angkatan XVIII. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2011, dengan diawali kegiatan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Darul ‘Ulum Komplek SMA Titian Teras.

Setelah semua siswa selesai melaksanakan Shalaat Subuh berjamaah, siswa kelas X Angkatan XVIII berkumpul di lapangan Apel SMA Titian Teras, guna mengikuti Upacara Pelepasan Kegiatan LongMarch. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya rute yang dilewati oleh siswa tidak mengalami perubahan,. hanya suasana pelaksanaan setiap tahunnya tetap penuh dengan dinamika. Kehebohan siswa, pasangan longmarch, yel-yel setiap angkatan yang selalu ada perbedaan.

Tidak terlalu berlebihan,  angkatan XVIII termasuk angkatan yang lumayan kuat fisiknya. Hal ini didasari pada waktu pelatihan persiapan longmarch yang sangat singkat, dan waktu pembinaan fisik yang juga sangat sedikit. Akan tetapi semua siswa mampu melewati rute ini dengan baik, hal ini ditandai dengan jumlah siswa yang tidak kuat mengikuti kegiatan/harus dibawa ke dalam kendaraan Unit Pertolongan siswa (Ambulance) sangat sedikit.

Sesuai dengan perencanaan, semua siswa berhasil mencapai titik finis di Komplek Taman Remaja Kota Baru Jambi. Dan semua siswa dengan harubiru bertemu dengan anggota keluarganya, dengan berbagai ekspresi (menangis karena haru dan bahagia) bertemu dengan orang tua, setelah hampir lebih kurang satu bulan tidak boleh bertemu dengan orang tua.

Setelah siswa menikmati istirahat (makan bersama dengan keluarga), semua siswa bersama-sama dengan orang tua menuju Lapangan Upacara. Kegiatan ini sekaligus memilih peserta Basis dan LongMarch terbaik untuk Angkatan XVIII. setelah melakukan Geladi Persiapan Upacara selesai, Upacara Penutupan Masa Basis Siswa Angkatan XVIII selesai dilaksanakan.

Karena kegiatan Penutupan Masa Basis Angkatan XVIII bertepatan dengan persiapan Libur Menyambut Puasa Ramadhan, maka semua siswa bersama-sama orangtua masing-masing kembali menuju Kampus SMA Titian Teras di Pijoan, untuk siap-siap berkemas dan Mudik Liburan Awal Ramadhan.

Sesuai dengan Kalender Pendidikan SMA Titian Teras, siswa kembali masuk Asrama hari Rabu, tanggal 3 Agustus 2011, dan jika tidak ada halangan, Insya Allah sorenya sudah dimulai aktivitas Buka Puasa bersama dengan mengambil tempat di Masjid Darul ‘Ulum SMA Titian Teras, dan dilanjutkan dengan Shalat Magrib berjamaah, kemudian makan malam di Ruang Makan. Rutinitas ini akan terus berlanjut selama lebih kurang 3 minggu.

Selama Ramadhan, kegiatan Pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa, hanya mengalami perubahan pada jadwal pembelajaran pada malam harinya. Karena kegiatan PBM hanya berlangsung dari pukul 07.00 – 12.00, kemudian dilanjutkan dengan Shalat Zuhur berjamaah di Masjid.

Kegiatan berikutnya, siswa istirahat siang di Asrama, sambil menunggu jadwal Semarak Ramadhan 1432H/2011M. Yang dimulai pukul 14.30 – 16.45 dengan mengambil tempat di Masjid Darul ‘Ulum SMA Titian Teras.

Pada tahun ini, Semarak Ramadhan akan menjadi sangat meriah, dikarenakan banyaknya jumlah siswa, dan banyaknya mata lomba yang dilaksanakan. Besar harapan dari pihak sekolah, dan panitia penyelenggara, bahwa kegiatan berlangsung dengan baik dan senantiasa mendapat Berkah dan  Ridho dari Allah SWT. Aamiin.

Setelah mengalami pasang surut pembinaan, SMA Titian Teras kembali berjaya dalam persaingan memperebutkan tiket OSN 2011 di Kota Manado Sulawesi Utara. Pekerjaan ini tidak mudah memang, dengan bergerak bersama dengan Pak Muslim Arif Nurdin, S.Pd, penulis (admin,red) bahu membahu membangkitkan semangat tim Olimpiade SMA Titian Teras yang seperti “Mati Suri”. Alhamdulillah Ya Allah,. Ikhtiar ini akhirnya membuahkan hasil. Semua peserta didik (Tim Olimpiade SMATT) kembali bersemangat. Setelah kegiatan Pra OSK dilaksanakan dengan bekerjasama dengan LOPI, Tim Olimpiade berhasil mengirimkan peserta 33 siswa ke OSP. Sebelum pelaksanaan OSP dilaksanakan, semua Tim mengirimkan peserta ke LOPI Pusat, Jakarta guna menghadapi OSP, dan Alhamdulillah semua berjalan sesuai dengan rencana, serta berhasil dengan sangat baik, walau belum semua peserta yang dikirim ke LOPI Jakarta berhasil, tetapi ini adalah bagian dari Ikhtiar. Dan Tim Olimpiade SMATT kembali mengirimkan utusan ke OSN Manado 2011 sebanyak 7 orang, dengan rincian sebagai berikut:

A.     Astronomi

No

NAMA SISWA

KELAS

KETERANGAN

1.

R. PRATHAMA SURAHMAT

XI IPA

2.

JINGGA SEKAR LANGIT

XI IPA

 B.     Ekonomi

No

NAMA SISWA

KELAS

KETERANGAN

1.

CHANDRA M MANURUNG

XI

 C.     Kebumian

No

NAMA SISWA

KELAS

KETERANGAN

1.

HENDRA GUNA WIJAYA

XI IPA

 D.     Kimia

No

NAMA SISWA

KELAS

KETERANGAN

1.

NANDA TRI WIBOWO

XI IPA

 E.      Komputer

No

NAMA SISWA

KELAS

KETERANGAN

1.

KHAIRUL ALIM

XI IPA

 F.      Matematika

No

NAMA SISWA

KELAS

KETERANGAN

1.

DIMAS AGUS FAHRUDIN

XI IPA

Sumber : http://siswapsma.org

Kedepan, besar harapan Tim Olimpiade SMATT, pada saat di manado nanti (11-16 September 2011) mampu mengukir prestasi yang gemilang. Aamiin. Semoga….. Jaya Selalu SMA Titian Teras… Doa Kami semua selalu untuk kesuksesan semuanya…..

Dalam rangka mempersiapkan calon peserta seleksi Guru Berprestasi Tingkat Propinsi Jambi, Lembaga Penjaminaan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Jambi menggelar kegiatan Pembekalan Guru Berprestasi Propinsi Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 30 Juni – 4 Juli 2011 bertempat di LPMP Jambi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jambi, yang diwakili oleh Kabid. MPTK, Drs. H. Edi Erizon. Dalam sambutannya, kepala Dinas Pendidikan mengharapkan, bahwa guru-guru peserta pembekalan dapat memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal. Pada dasarnya kegiatan ini dalam rangka memberikan bekal kepada semua peserta agar benar-benar siap.

Kegiatan seleksi, akan dilaksanakan pada tanggal 15 – 19 Juli 2011, dengan mengambil tempat juga di LPMP Jambi. Pada kegiatan seleksi nantinya, tidak ada yang merasa menang, dan merasa dikalahkan. Karena semua peserta adalah guru-guru terbaik yang dikirimkan oleh Kabupaten/Kota masing-masing. Hanya yang akan terpilih nantinya menjadi wakil Propinsi Jambi ke tingkat nasional adalah yang terbaik dari sekian banyak guru-buru terbaik dari kabupaten/kota.

Dalam kegiatan pembekalan, materi ajar yang disampaikan meliputi:

1. Umum: Kebijakan Dinas Pendidikan Propinsi Jambi, Kebijakan LPMP Propinsi Jambi

2. Pokok:

- Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi Tahun 2011

- Komponen-komponen Penilaian

- Penyusunan Portofolio

- PTK/Base Practice

- Praktek Pembelajaran berbasis PAIKEM

- Lesson Study

- Wawasan Kependidikan

- Pembelajaran Berbasis ICT

3. Penunjang : Pendidikan Karakter Bangsa

Besar harapan dari semua peserta, bahwa kegiatan ini terus berlanjut, dan kedepan menjadi sebuah komunitas (forum alumni Guru Berprestasi Provinsi Jambi). Semoga semua harapan-harapan dan keinginan baik dari semua peserta, menjadi kenyataan.

Siapapun nantinya yang menjadi wakil Provinsi Jambi, adalah kemenangan kita bersama.

Jaya Selalu Guru Indonesia…!!!!

-

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.