Oleh: hanstt | Juli 6, 2014

Peserta OSN 2014 Mataram


Setelah anak-anak kita lama dan lelah menunggu diumumkannya hasil OSP yang berlangsung pada 10-12 Juni yang lalu, akhirnya pengumuman yang ditunggu juga telah dirilis,, walau bukan resmi di portal http://www.siswapsma.org atau di http://www.kemdikbud.go.id Yang pasti setelah dikonfirmasi kepada Panitia (Dit. PSMA) bahwa pengumuman itu benar adanya.

Khusus Provinsi Jambi pada tahun ini mengirimkan 20 peserta nasional, dengan komposisi: Astronomi 2 orang, Biologi 1 orang, Ekonomi 3 orang, Fisika 1 orang, Geografi 1 orang, Geosains 5 orang, Kimia 3 orang, Komputer 2 orang dan Matematika 2 orang.

Pengumumannya lengkapnya silahkan ambil disini….>>>

Oleh: hanstt | Juni 24, 2014

PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK SIAPA?


Pada salah satu sarasehan nasional yang diselenggarakan Kemendiknas pada tanggal 14 Januari 2010 dideklarasikan tentang “Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa” sebagai gerakan nasional. Deklarasi nasional tersebut harus secara jujur diakui disebabkan oleh kondisi bangsa ini yang semakin menunjukkan perilaku tidak terpuji dan tidak menghargai budaya bangsa. Perilaku tidak terpuji tersebut antara lain memudarnya sikap kebhinnekaan dan kegotongroyongan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di samping itu perilaku anarkhisme dan ketidakjujuran marak di kalangan peserta didik, termasuk mahasiswa, misalnya tawuran, dan plagiarisme. Di sisi lain banyak terjadi penyalahgunaan wewenang oleh para pejabat Negara sehingga korupsi semakin merajalela di hampir semua instansi pemerintah. Perilaku-perilaku seperti itu menunjukkan bahwa bangsa ini telah terbelit oleh rendahnya moral, akhlak, atau karakter atau lebih tepatnya Moral Disaster.

Problem moral yang lain juga melanda sebagian pelajar dewasa ini. Hal itu antara lain ditandai oleh ketidakpedulian terhadap etika berpakaian dan etika pergaulan (rasa hormat kepada karyawan, guru, dan pimpinan sekolah). Problem moral tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan dan pembelajaran yang selama ini berlangsung, yaitu pendidikan dan pembelajaran yang cenderung formalistik dan hanya mementingkan capaian akademik, dan bentuk nyata dari begitu pentingnya capaian akademik dengan mengenyampingkan nilai-nilai kejujuran adalah berusaha mencapai nilai kelulusan Ujian Nasional (UN) yang Fantastik. Dan bias jadi kita termasuk salah satu bagian dari proses pembiaran itu.

Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Seiring dengan tujuan pendidikan ini pula, Kemendiknas mulai tahun 2010 ini mencanangkan pembangunan karakter bangsa dengan empat nilai inti, yaitu jujur, cerdas, tangguh, dan peduli. Secara akademis, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, atau pendidikan akhlak yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Karena itu, muatan pendidikan karakter secara psikologis mencakup dimensi moral reasoning, moral feeling, dan moral behavior (Lickona, 1991).

  Presentation1

 Secara praktis, pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai kebaikan kepada warga sekolah atau kampus yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa (YME), sesama manusia, lingkungan, maupun nusa dan bangsa sehingga menjadi manusia paripurna (insan kamil). Pendidikan karakter di lembaga pendidikan perlu melibatkan berbagai komponen terkait yang didukung oleh proses pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan warga sekolah, pengelolaan pendidikan, pengelolaan berbagai kegiatan siswa, pemberdayaan sarana dan prasarana, serta etos kerja seluruh warga sekolah.

Menurut Dr. Dr. Ratna Megawangi, Pendidikan karakter adalah untuk mengukur akhlak melalui proses mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan berprilaku baik. Yakni, suatu proses pendidikan yang melibatkan aspek kognitif, emosi, dan fisik, sehingga akhlak mulia bisa terukir menjadi kebiasaan fikiran, hati dan tangan (Semua Berakar Pada Karakter, Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI, 2007).

Di lembaga pendidikan, terutama pendidikan dasar dan menengah, menjadi suatu keharusan untuk mencantumkan berbagai karakter yang diharapkan yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran di kelas. Maka pertanyaan besar yang tergambar dari semua dokumen pembelajaran adalah: Apakah mungkin nilai-nilai karakter tersebut bias ditanamkan kepada peserta didik, jika nilai-nilai tersebut hanya ada dan tertulis didalam dokumen belajar?

Dan lebih parah lagi adalah ketidaksukaan beberapa orang tua terhadap tindakan sekolah atas kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anaknya di sekolah. Sikap penerimaan yang salah dari orangtua juga ikut andil besar kegagalan sekolah membudayakan perilaku baik disekolah. Karena pada dasarnya keberhasilan sekolah juga ditopang oleh dukungan orangtua siswa.

Tanpa bermaksud mengecilkan semangat kita semua menanamkan nilai-nilai tersebut, perlu kita sadari bahwa “Keberhasilan” dalam menanamkan nilai karakter adalah apabila “Orang dewasa” mampu menempatkan dirinya sebagai “Model atau Contoh” dalam semua hal. Apakah mungkin kita sebagai orangtua mampu menanamkan nilai-nilai spiritual kepada anak, jika ternyata kita orangtuanya sendiri bukan orang yang layak dicontoh. Ataukah mungkin kita sebagai guru bisa mendisiplinkan siswa dalam segala hal, misalnya tepat waktu dalam mengajar, kerapian dalam berpakaian, menjadi contoh mencintai lingkungan, menjadi contoh untuk tidak membuang sampah sembarangan; Karena tidak jarang banyak ditemukan, bahwa ternyata “Guru atau Pendidik” membuang sampah sembarangan, merokok dilingkungan sekolah, tidak disiplin, serta banyak lagi yang lainnya. Atau kita sebagai pemimpin publik, sudahkan kita menjadi contoh bagi rakyatnya? Karena ada banyak hal yang menjadi catatan buat kita semua, bahwa kepada khalayak ramai dipertontonkan kemewahan para “Pejabat” yang hidup diatas penderitaan rakyatnya. Atau seringkali kita memperlihatkan perilaku tidak terpuji, sementara kepada rakyat, kita selalu menyampaikan hal-hal yang baik, yang dalam keseharian itu semua tidak pernah kita lakukan.

Jika ternyata kita tidak bisa menjadi contoh dalam menanamkan “Nilai-nilai Karakter”, maka sebaiknya kita jangan pernah berharap terlalu banyak, bahwa “Pendidikan Karakter” akan berhasil dilembaga pendidikan, baik pendidikan formal di sekolah, lebih-lebih lagi pendidikan keluarga. Karena ujung tombak pendidikan karakter dimulai dari pendidikan dirumah. Dan keberhasilan “Pendidikan Karakter” adalah apabila pejabat publik, dan lain sebagainya, berlomba-lomba menjadi contoh terbaik bagi semuanya. Jika demikian, tidak perlu menunggu lama, kita akan melihat hasilnya. Jika tidak, maka semua akan terus menerus seperti apa yang kita lihat sekarang.

Tidak ada salahnya kita terus berharap, tetapi juga harus dibarengi dengan kesungguhan hati dari kita semua, untuk memulai segera dari sekarang, atau kita menunggu kehancuran demi kehancuran dari sikap dan perilaku kita. Semoga….!!!

Oleh: hanstt | Juni 18, 2014

Belajar dari “Kesalehan” ibu Risma


Tahun 2014 telah terlanjur mendapatkan label sebagai tahun politik. Sehingga jamak memberikan kesan bahwa segala daya dan upaya untuk memperolehnya (jabatan, karir politik, atau apapun namanya) menjadi hal yang lumrah, termasuk didalamnya “bisa jadi” dengan menghalalkan segala cara, yang penting tujuan tercapai.

Menjelang perhelatan Pemilu 9 April 2014, aroma “kandidat” meraih simpati dan dukungan masyarakat sudah kental terasa. Jika ini semata-mata karena ingin “mensejahterakan” masyarakat, maka sudah pasti akan dirasakan oleh rakyat, namun itu semua dikhawatirkan akan “setali dua uang” dengan Pemilu sebelumnya, mau pemilu apapun namanya, tetap saja masyarakat seperti “menggantang asap”, berharap banyak dari apa yang telah dijanjikan selama masa kampanye, tetapi setelah pesta itu usai, kembalilah masyarakat (rakyat) kedalam kehidupan nyata, bahwa mereka hanya sebagai alat untuk para kontestan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Tidak salah jika kita membuka mata kita, membuka mata hati kita, bahwa dari sekian banyak “pendusta” ternyata ada satu sosok “istimewa” yang amat bersahaja, yang awalnya mungkin tidak diperhitungkan baik oleh teman, apalagi lawan politiknya, namun sekarang bersinar terang mengalahkan terangnya mentari, karena terselimuti “kabut asap” politik.

Sosok tersebut adalah Walikota Surabaya, “Tri Rismaharini”. Beliau sekarang menjadi trend topik yang dibahas oleh semua pencari berita, baik elektronik maupun cetak, dalam maupun luar negeri. Tri Rismaharini merupakan Wali Kota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Di bawah kepemimpinannya sebagai Kepala DKP hingga wali kota saat ini, Surabaya menjadi kota yang bersih dan asri. Bahkan kota yang mendapat sebutan Kota Pahlawan ini berhasil meraih kembali Piala Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan setelah lima tahun berturut-turut tak lagi memperolehnya.

Dalam wawancaranya dengan beberapa stasiun TV swasta nasional, beliau memperlihatkan ketegasannya atas sikap politik yang diambil, demi atas nama kemaslahatan rakyat Surabaya yang beliau pimpin. Banyak keputusan yang dianggap kontroversial yang beliau ambil, tetapi sekarang baru dirasa manfaatnya, misalnya menolak keras pembangunan tol tengah Kota Surabaya dan lebih memilih meneruskan proyek frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghubungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya, menaikkan pajak reklame yang menurut beliau membuat kota Surabaya tidak “cantik” karena papan reklame berukuran “raksasa” ada dimana-mana.

Sikap dan cara berbicara beliau yang jauh dari kesan dibuat-buat, sebagaimana sering kita lihat di layar televisi politikus negeri ini, berbicara sangat sering menyakiti hati rakyatnya, berpenampilan yang terlalu berlebihan, demi atas nama “jaga wibawa”. Padahal rakyat tidak memerlukan kewibawaan pemimpinnya yang dibuat-buat, karena rakyat memerlukan kerja nyata dari pemimpinnya, bukan sekedar janji atau lebih tepatnya sekedar cari perhatian dari rakyatnya.

Pada dasarnya sikap “KESALEHAN” dari sosok buk Risma, adalah sesuatu yang diharapkan oleh rakyat, beliau tidak “neko-neko” jika sudah bekerja untuk rakyatnya. Karena nilai-nilai yang beliau pegang patut menjadi cermin diri pejabat negeri ini, atau para kandidat yang akan berlaga memperebutkan “kursi” di senayan, atau di provinsi, serta kabupaten/kota di wilayahnya.

Kesalehan yang beliau tampilkan adalah wujud nyata, bukan berteori apalagi sekedar pemoles diri, agar kelihatan “religius”. Dalam wawancara di media, beliau tidak membaca ayat demi ayat dalam kitab suci, atau menitir penggalan haidts, tetapi menyampaikan “kegalauan” hatinya, mungkinkah saya akan masuk Surga, jika masih ada rakyat saya yang hidup menderita, apalagi menderita karena salah pimpin pada masa kepemimpinannya. Sungguh ini merupakan pelajaran berharga buat kita semua, terutama pemimpin di negeri ini. Mungkinkah “mereka” akan korupsi jika setiap tindakannya selalu memikirkan apakah saya akan masuk surga, akankah saya mendapatkan tempat terbaik di akherat nanti, jika tindak tanduk saya selama memimpin, membuat sengsara rakyat.

Menjelang Pemilu 2014, kepada rakyat sedang di pertontonkan “kesalehan” dadakan pala politisi yang akan berlaga, mereka mendadak menjadi sosok yang “agamis, religius”. Hanya demi mendapatkan simpati dan mendulang suara, apapun mereka lakukan, termasuk diantaranya seperti dijelaskan di atas. Banyak diantara mereka yang keluar masuk rumah ibadah, menjadi pengkhotbah, penceramah di rumah ibadah, mereka “mendadak agamis”, setelah pesta itu usai, sudah bisa dipastikan, bahwa mereka hamper tidak punya waktu melihat tempat yang mereka kunjungi saat memerlukan suara rakyatnya. Dan yang lebih tragis lagi, mereka lupa bahwa ada banyak janji yang mereka ucapkan di rumah ibadah itu. Akankah itu semua merubah cara pandang rakyat terhadap para “wakilnya” di kursi empuk di gedung “lembaga terhormat” itu.

Sudah semestinya kita malu, pada sosok sederhana buk Tri Rismaharini, dengan kesederhanaanya mampu memikat dan memukau kita, serta membuat hati kita menjadi benar-benar “Empati” atas ketulusannya. Selama masa kepemimpinannya, sudah 50an penghargaan yang beliau dapatkan, dan semua didapatkan benar-benar karena kerja keras beliau bersama perangkat daerahnya, sehingga pantaslah rakyat Surabaya bergerak mendukung kepemimpinan beliau, bukan seperti dibanyak daerah, rakyat bergerak berdemonstrasi menolak dan menginginkan pemimpinnya diberhentikan, tetapi tidak dengan ibuk Risma. Ini merupakan wujud dari “Kesalehan” yang nyata.

Akan kah kita membiarkan diri kita terus menjadi objek “Penipuan” dari sekolompok orang yang mengatasnamakan “wakil rakyat” atau “pemimpin rakyat” sementara setiap harinya sibuk memikirkan dirinya, keluarganya, dan bahkan mengambil dan merampas apa yang menjadi hak-hak rakyat, dan tidak jarang menipu dengan berpura-pura pro rakyat, atau bisa jadi lebih tepat mencitrakan diri sebagai orang yang peduli rakyat.  Berbeda jauh dengan apa yang dilakukan oleh buk Risma, beliau mengatakan: saya percaya Allah pasti akan menjaga keluarga saya, karena saya sekarang sedang berjuang untuk kepentingan rakyat saya. Ini benar-benar “super” yang keluar dari mulut sosok yang sederhana itu. Sekali lagi inilah nilai-nilai “karakter” yang sebenarnya, karena wujud dari “kesalehan” itu dirasakan dan bermakna untuk semuanya, bukankah kata nabi, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat untuk sekalian manusia. Entahlah, biarlah semua berjalan seperti apa maunya para “petinggi” negeri ini, sangat bisa jadi “kesadaran” akan pulih, setelah Allah mengirimkan teguran dengan cara-NYA, yang mampu membuat mereka tersadar, atau mungkin tidak sama sekali. Semoga “angina perubahan” itu sejalan dengan nilai-nilai kesalehan seperti yang dilakukan oleh sosok buk Risma.

Dan satu hal yang mesti kita sikapi,, beliau jauh dari gemerlap “Pencitraan”. Karena mudah-mudahan apa yang tampak dan tak tampak dari aktivitas beliau, adalah semata-mata demi ketulusan,,, Apalagi gebrakan beliau menutup komplek “Pelacuran” terbesar di Asia Tenggara. Tampak, bahwa apa yang beliau lakukan dilandasi karena kecintaan, ketulusan, agar generasi penerus bersih hatinya,,,,.


imagesSaat ini, warga dunia sedang mengalami perubahan dalam berbagai hal, terutama perkembangan teknologi informasi, yang seiring dengan perubahan tersebut menimbulkan perubahan yang mesti ditindaklanjuti dalam dunia pendidikan. Dan tidak ada kata pasrah menjalaninya, apalagi mundur dari pertarungan kemajuan tersebut.

Perubahan dan perkembangan itu, menuntut guru berinovasi dan merubah cara pandang dalam menunaikan tugasnya sebagai pendidik, karena sangat bisa jadi informasi yang akan disampaikan oleh guru dikelas, telah lebih dahulu dipelajari dan diketahui oleh siswa. Dengan demikian menuntut kita para guru untuk terus mengikuti perkembangan dan perubahan itu, atau kita akan tertinggal jauh oleh perubahan itu tanpa mengenal kita siap atau tidak siap menjalaninya.

Menyikapi hal yang demikian, Direktorat Pembinaan PTK Dikmen Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan, kembali melakukan Pembinaan guru melalui kegiatan Bimbingan Teknis Guru Pembina Olimpiade Mata Pelajaran Tahun 2014, yang diikuti oleh 8 cabang Olimpiade, yaitu: Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, Matematika, Fisika, Kimia, dan Komputer. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 20 –  23 Mei 2014 di Hotel Jayakarta Jl. Hayam Wuruk No. 126 Jakarta.

Khusus Biologi, bukan berarti tidak diikutkan dalam rombongan Bimbingan pada saat ini, akan tetapi karena pada waktu yang bersamaan dengan Bimbingan Teknis Pembina Olimpiade, juga dilakukan Bimbingan Teknis Pembina Penelitian ilmiah (Olimpiade Penelitian) yang sebagian besar di ikuti oleh guru mata pelajaran Biologi.

cropped-headAdapun Materi Bimbingan untuk bidang Astronomi yang digawangi oleh: Pak Dr. Hakim L Malasan, Dr. rer.nat M. Ikbal Arifyanto, Dr. Chatief Kunjaya, dan Rhorom Priyatikanto, M.Si sebagai berikut:

a. Astronomi dan Astrofisika, Fenomena Geosentris, Kinematika Gerak Melingkar, Hukum Kepller, Hukum Gravitasi Newton, Besaran Pokok dalam Astronomi, Dasar Radiasi Elektromagnetik, Orbit Benda Langit (disampaikan oleh Dr. Chatief Kunjaya)

b. Koordinat Horison dan Equatorial, Pengenalan Stellarium, Komponen Tata Surya, Teori Pembentukan Tata Surya, Statistika dalm Astronomi, Pengolahan Data Astronomi (disampaikan Dr. rer.nat M. Ikbal Arifyanto)

c. Terang Bintang dan Sistem Fotometri,Spektrum Bintang, Matahari, Besaran Fisis Bintang, Diagram HR dan Evolusi Bintang, Sistem Bintang, Teropong Bintang, Sistem Pengamatan Astronomi, Praktik (disampaikan Dr. Hakim L Malasan)

d. Galaksi dan Kosmologi Dasar (oleh Rhorom Priyatikanto, M.Si)

Besar harapan dari peserta, terutama P2TK Dikmen, bahwa ini memberi dampak pengiring yang sangat besar bagi guru sebagai ujung tombak Pembinaan Siswa di sekolah masing-masing di tempat tugasnya. Sehingga nantinya kedepan mampu menghasilkan siswa-siswa terbaik yang mengharumkan nama bangsa pada ajang Internasional. Dan tugas kita semua untuk menanamkan semangat kepada siswa, bahwa kita adalah bangsa yang hebat dan sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Berikut lampiran photo kegiatan Astronomi silahkan ambil di sini: Photo 1, Photo 2

 

Oleh: hanstt | Mei 5, 2014

Hasil OSK Provinsi Jambi Tahun 2014


imagesSetelah menunggu dalam waktu yang sangat panjang, akhirnya kami mencoba memberanikan diri untuk publish hasil Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten se-Provinsi Jambi tahun 2014. Mohon maaf juga kami sampaikan kepada rekan-rekan pembina Olimpiade masing-masing cabang di sekolah atas keterlambatan ini. Ini semua bukan sesuatu yang di sengaja, karena setelah OSK dilaksanakan semua guru disibukkan dengan kegiatan pelaksanaan UN di sekolah masing-masing.

Setelah pelaksanaan UN, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi kembali disibukkan dengan persiapan penyelenggaraan FLS2N, dan sekarang sedang pelaksanaan O2SN, hal ini menjadi kendala dalam upaya untuk segera menyampaikan hasil ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, mudah-mudahan itu semua dapat dimaklumi oleh rekan-rekan guru di sekolah masing-masing.

Berikut kami lampirkan hasil OSK 2014 Provinsi Jambihasil-1Selengkapnya ambil di Hasil OSK-2014-Prov-Jambi

Oleh: hanstt | Maret 10, 2014

Pelatihan Astronomi bersama Ganesha Astromedia


cropped-headDalam rangka menselaraskan Materi Fisika SMA dengan aplikasinya pada Materi Astronomi, maka Ganesha Astromedia mengadakan Pelatihan untuk guru Fisika pembina Astronomi. Kegiatan ini dirasa sangat perlu, mengingat kedepan soal-soal Olimpiade tingkat kabupaten, harus sesuai dengan kurikulum pembelajaran di sekolah.

Dengan digawangi oleh pak Dr. Chatip Kunjaya,. Dr. Dading P,. guru-guru dengan antusias mengikuti kegiatan ini. Walau hanya terbatas diikuti oleh 10 orang guru pembina, cukup melelahkan, menyenangkan juga tentunya, mengingat tingkat keperluannya bagi siswa di sekolah yang aktif dalam kegiatan Olimpiade.

Dari beberapa perbincangan, selama kegiatan pelatihan berlangsung, baru mulai dirasakan oleh guru pembina Olimpiade di Sekolah, bahwa kegiatan pembinaan di sekolah lebih sering dilakukan, tetapi belum terarah, sehingga apa yang diperlukan siswa belum selaras dengan materi yang diujikan pada ajang Olimpiade,. Harapannya dari kegiatan ini, kedepannya siswa peserta OSN dari daerah mampu bersaing dengan peserta dari kota-kota besar di Indonesia… Semoga….

Berikut photo kegiatannya dapat di unduh disini…..>

Oleh: hanstt | Februari 26, 2014

Alamat Situs Pembelajaran MIPA


Dalam rangka memperkaya Materi Pembelajaran MIPA, berikut dimuat alamat-alamat situs pembelajaran MIPA, yang dapat diakses langsung, semoga memberi nuansa baru,

Situs Pembelajaran Fisika ……> disini

Situs Pembelajaran Kimia …..> disini

Situs Pembelajaran Biologi ….> disini

Situs Pembelajaran Matematika ….> disini

Berikut juga dilampirkan Modul Pembelajaran Fisika 3 …..>disini

Oleh: hanstt | Desember 7, 2013

Silabus dan RPP Kurikulum 2013


Sejak diluncurkan, Kurikulum 2013 selalu menjadi hot topik untuk dibicarakan, baik kelompok yang mendukung penerapan Kurikulum ini maupun kelompok yang masih melihat sisi lemah kurikulum ini,. Terlepas dari perdebatan itu semua, ada baiknya, pelajari dan download Silabus dan beberapa contoh RPP untuk semua jenjang pendidikan.

Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar:

Silabus SD Kelas 1 < Unduh >,.

Silabus SD Kelas 2 < Unduh >,.

Silabus SD Kelas 3 < Unduh >,.

Silabus SD Kelas 4 < Unduh >,.

Silabus SD Kelas 5 < Unduh >,.

Silabus SD Kelas 6 < Unduh >.

Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) (sekarang telah bergabung ke DikDas)

Silabus Kelas 7 < Unduh >,.

Silabus Kelas 8 < Unduh >,.

Silabus Kelas 9 <Unduh>.

Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), berisi tentang sistem Pembelajaran Saintifik dan contoh RPP untuk semua mata pelajaran, baik mata pelajaran Wajib, maupun mata pelajaran peminatan.

Model Pembelajaran Saintifik  dan Contoh RPP Matematika dan IPA < Unduh >

Model Pembelajaran Saintifik dan contoh RPP Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing < Unduh >

Model Pembelajaran Saintifik dan contoh RPP IPS < Unduh >

Model Pembelajaran Saintifik dan contoh RPP PAI < Unduh >

Model Pembelajaran Saintifik dan contoh RPP Seni dan Prakarya < Unduh >

Model Pembelajaran Saintifik dan contoh RPP PenjasOrkes < Unduh >

Model Pembelajaran Saintifik dan contoh Pkn < Unduh >

Untuk Silabus lengkap SMA : < Unduh disini >


tutwurihdyniSetelah pelaksanaan Diklat Guru Inti Dukungan Pembinaan Bimbingan Belajar Siswa SMA tahap I selesai dilaksanakan, dilanjutkan dengan On The Job Training, yang dilakukan oleh Guru Inti pada masing-masing kab/kota se-Provinsi Jambi. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengimbas semua hasil pelatihan tahap-1 di Jambi yang dialaksanakan di Hotel Ratu dan Shang Ratu. Dari hasil pelaksanaan On Servis tersebut, dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Dari semua rekam jejak kegiatan On Servis tersebut, dilakukan tindak lanjut program yang dilaksanakan pada tanggal 28 – 31 Oktober 2013 tetap mengambil lokasi yang sama seperti pada Pembinaan Tahap I.

Ada banyak hal yang bisa diambil dari kegiatan ini, langkah yang segera harus dilakukan adalah merubah paradigma pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas. Sehingga imbas dari perubahan itu adalah muncul kepercayaan diri siswa dalam mempersiapkan dirinya menghadapi persaingan dimasa datang.

Sebagai bagian menyeluruh dari proses perubahan, maka semua elemen yang mendukung kemajuan dunia pendidikan tersebut harus bergerak bersama-sama, agar semua keinginan dan harapan itu dapat terwujud. Adalah sebuah kemustahilan perubahan kearah yang lebih baik akan terjadi, jika hanya dilakukan oleh orang per orang. Karena sukses pendidikan adalah karena adanya dukungan dari semua elemen (pemerintah, sekolah, dan masyarakat). Jika semua pihak bahu membahu mensukseskannya, maka semuanya akan menjadi kenyataan.

Oleh: hanstt | Oktober 8, 2013

MGMP Fisika Muaro Jambi 2013


CIMG2160Sebagai tindak lanjut dari Kegiatan Diklat Fasilitator Guru Inti Dukungan Bimbingan Belajar SMA, maka semua kab/kota sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dalam rencana tindak (Action Plan) melaksanakan kegiatan MKGMP sesuai bidang mata pelajaran masing-masing. Khusus kegiatan MKGMP Fisika Muaro Jambi, pada dasarnya bukan kegiatan pertama, karena beberapa tahun terakhir telah dengan rutin setiap bulannya melaksanakan kegiatan MGMP. Sehingga kegiatan yang digawangi oleh Dinas Pendidikan Provinsi melalui Tim Fasilitator Dinas Pendidikan Provinsi, seperti “mambangkik Batang Tarandam”. Artinya kegiatan ini memberi semangat baru bagi komunitas guru Fisika Muaro Jambi untuk kembali melaksanakan kegiatan-kegiatan “Berbagi” dalam rangka perbaikan sistem pembelajaran di sekolah (Senin, 30 September 2013).

Harapan yang sangat tinggi atas kegiatan ini, dibuktikan dengan kehadiran dan komitmen rekan-rekan guru dalam mengikuti kegiatanCIMG2168 tersebut. Beberapa agenda yang telah dirancang, pelan tapi pasti telah berhasil dilaksanakan. Penyusunan agenda pertemuan serta target pencapaiannya telah disusun bersama, kegiatan tindak lanjut dengan melakukan bedah SKL UN, berdasarkan analisis dan didapatkan kesimpulan sementara, bahwa banyak materi yang sama dengan soal yang sama muncul pada tahun-tahun berikutnya. Dan ini menjadi catatan penting bagi guru dalam menelaah kisi-kisi UN.

Pada kegiatan bedah SKL, telah berhasil menyelesaikan program penyusunan Kisi-kisi soal serta penyusunan butir soal, sesuai dengan kelompok yang di bagi dengan cara di undi, agar tiap kelompok Kompetensi bertanggung jawab atas tugas yang diemban (senin, 7 Oktober 2013).

Setelah kegiatan bedah SKL, juga dilanjutkan dengan kegiatan penyusunan RPP yang akan digunakan pada kegiatan “Real Teaching” di SMAN 6 Muaro Jambi, tepatnya Mudung Darat Kecamatan Maro Sebo, dilakasanakan pada hari Kamis, tanggal 17 Oktober 2013.

CIMG2170Setelah kegiatan real teaching, dilanjutkan dengan review pelaksanaan kegiatan real teaching, kegiatan ini dimaksud dalam rangka memberikan masukan dan perbaikan, bukan kegiatan mencari-cari kesalahan rekan guru dalam melaksanakan tugas, tetapi lebih pada penguatan atas temuan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Harapan yang sangat besar dari peserta, semoga kegiatan ini berlanjut sekalipun nantinya, tidak ada lagi support dana dari dinas instansi terkait, seperti selama ini telah dilaksanakan oleh tim MGMP Fisika Muaro Jambi. Semoga…..!!!

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.